Hal tersebut diumumkan kepala badan antariksa Iran, Hamid Fazeli seperti diberitakan kantor berita resmi Iran, IRNA dan dilansir AFP, Selasa (29/5/2012). Namun Fazeli tidak menjelaskan alasan penundaan tersebut.
Sebelumnya kepala industri kedirgantaraan Iran, Mehdi Farah mengatakan pada IRNA pada 14 Mei lalu bahwa satelit Fajr tersebut akan diluncurkan pada 23 Mei lalu.
Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi kemudian mengkonfirmasi jadwal peluncuran 23 Mei tersebut. Namun dia juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan, peluncuran satelit akan diundur hingga sebulan.
Ini akan menjadi satelit keempat yang dikirimkan Iran ke luar angkasa sejak tahun 2009. Program antariksa Iran ini telah menuai keprihatinan komunitas internasional. Terlebih lagi, di saat yang sama, Teheran dicurigai berupaya mengembangkan rudal balistik jarak jauh yang bisa membawa hulu ledak konvensional ataupun hulu ledak nuklir. Teknologi yang sama yang digunakan dalam roket peluncur antariksa juga bisa digunakan dalam rudal-rudal balistik.
(ita/nrl)











































