"Kofi Annan (utusan PBB-Liga Arab untuk Suriah -red) harus mendesak pemerintah Suriah untuk memberikan akses Komisi Penyelidikan yang ditunjuk PBB masuk ke negeri itu untuk menyelidiki," kata Sarah Leah Whitson, direktur Timur Tengah dan Afrika Utara untuk HRW seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/5/2012).
"Selama orang-orang bersenjata bisa beroperasi dengan kekebalan, horor di Suriah akan terus terjadi," cetus Whitson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak mungkin komisi militer Suriah bisa menyelidiki kejahatan mengerikan itu secara kredibel," kata Whitson.
Menurut HRW, pihaknya telah mewawancara para korban yang selamat dan aktivis-aktivis lokal mengenai peristiwa mengerikan itu. Mereka mengatakan, militer Suriah menggempur daerah tersebut pada 25 Mei dan pria-pria bersenjata yang mengenakan seragam militer, menyerang rumah-rumah di pinggiran kota dan membunuhi seluru keluarga.
"Semua saksi mata menyebutkan pria-pria bersenjata itu pro-pemerintah, namun mereka tidak tahu apakah mereka itu anggota militer Suriah atau milisi pro-pemerintah, yang oleh warga setempat disebut sebagai shabiha," demikian disampaikan HRW.
(ita/nrl)











































