Demikian disampaikan kelompok Negara Islam Irak atau Islamic State of Iraq (ISI) dalam statemen yang diposting di situs jihad Honein dan dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/4/2012).
"Kami pastikan bahwa invasi ini merupakan awal dari apa yang menanti Anda dalam beberapa hari mendatang, dan merupakan satu fase dalam serangkaian fase diberkati yang telah dimulai, dan tak akan berhenti sampai Tuhan menilai antara kami dan Syiah," demikian pernyataan kelompok terkait Al-Qaeda tersebut.
Belasan aksi pengeboman dan penembakan pada Kamis kemarin menewaskan 38 orang dan melukai lebih dari 170 orang. Rentetan serangan itu terjadi di tujuh provinsi berbeda.
Ini merupakan serangan paling mematikan di Irak sejak 20 Maret lalu. Saat itu, 50 orang tewas dan 225 orang lainnya luka-luka dalam rentetan serangan yang juga diklaim oleh Al-Qaeda.
(ita/nrl)











































