Pesawat JetBlue yang memiliki rute New York ke Las Vegas, Nevada ini harus melakukan pendaratan darurat di Amarillo, Texas pada Selasa, 27 Maret waktu setempat akibat insiden tersebut. Pendaratan darurat dilakukan setelah para penumpang berhasil mengamankan pilot yang berteriak-teriak histeris di dalam pesawat. Sang pilot diduga memiliki masalah kesehatan.
Saat kejadian, pilot keluar dari kokpit untuk pergi ke toilet. Beberapa saat setelah keluar dari toilet, pilot tiba-tiba berteriak: "Irak, Al-Qaeda, terorisme, kita semua akan jatuh!"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika mereka berusaha menenangkan dia... mereka harus mengamankan dia dan sejumlah penumpang laki-laki berlari ke bagian depan pesawat untuk melumpuhkannya," imbuhnya.
"Dia (pilot) mulai berteriak-teriak soal Al-Qaeda dan soal kemungkinan adanya bom di pesawat dan soal Irak dan Iran dan tentang bagaimana kami semua akan jatuh," ucap penumpang lainnya, Gabriel Schonzeit yang duduk di baris ketiga, kepada media lokal Globe-News.
"Nampaknya dia menggila. Kami semua yang ada di baris depan tahu, jika dia kembali ke dalam kokpit, kami semua benar-benar akan jatuh," cetusnya.
Menanggapi hal ini, badan penerbangan AS atau Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan, kopilot segera bertindak atas kejadian itu. Kopilot langsung mengunci kokpit begitu mendengar pilot berteriak-teriak histeris. Kokpit dikunci agar pilot tidak bisa masuk dan menerbangkan pesawat dalam kondisi tidak stabil.
Pihak JetBlue dalam pernyataannya menyebutkan, kopilot yang mengambil alih kendali pesawat kemudian diperintahkan untuk melakukan pendaratan darurat di Amarillo, Texas. Setibanya di sana, pilot yang telah diamankan, kemudian dibawa ke rumah sakit dengan ambulans untuk menjalani perawatan.
(nvc/ita)











































