Hal itu disampaikan oleh Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen seperti diberitakan Press TV, Sabtu (18/2/2012).
"Kami tak punya niat apapun untuk intervensi di Suriah," kata Rasmussen di Ankara, Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya apakah sikap NATO akan berubah jika ada mandat PBB soal Suriah, Rasmussen berujar: "Tidak, saya kira tidak begitu karena Suriah juga merupakan masyarakat yang berbeda, yang jauh lebih kompleks secara etnis, secara politis dan secara agama. Karena itulah saya yakin bahwa solusi regional harus ditemukan."
Sebelumnya pada Kamis, 16 Februari lalu, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi mengenai Suriah. Resolusi tersebut mengecam kekerasan yang dilakukan rezim Suriah terhadap para demonstran oposisi. Resolusi tersebut disponsori oleh Liga Arab dan didukung oleh Amerika Serikat dan Inggris.
Resolusi itu dikecam keras oleh Dubes Suriah untuk PBB Bashar al-Jaafari. Menurutnya, pemerintah Suriah berhak melindungi rakyatnya dari apa yang disebutnya sebagai geng-geng bersenjata. Diplomat tinggi Suriah itu pun menyalahkan kelompok-kelompok teroris atas kekerasan di negerinya.
(ita/ita)











































