Wow! Sabu Seberat 13,6 Ton Disita di Meksiko

Wow! Sabu Seberat 13,6 Ton Disita di Meksiko

- detikNews
Jumat, 10 Feb 2012 13:40 WIB
Wow! Sabu Seberat 13,6 Ton Disita di Meksiko
Mexico City - Pasukan militer Meksiko mendapatkan temuan luar biasa: 13,6 ton narkoba jenis methaphetamine murni atau biasa disebut sabu. Total temuan sabu ini bernilai sekitar US$ 4 miliar atau setara dengan Rp 35,8 triliun. Wow!

Sabu berbentuk kristal sebanyak 13,6 ton ini ditemukan dalam penggerebekan di sebuah rumah peternakan kecil di wilayah Jalisco, Meksiko. Temuan ini mencetak rekor dunia sebagai temuan sabu terbanyak di dunia.

Sabu ini bisa dibuat menjadi sekitar 13 juta dosis dan jika ditaksir mencapai US$ 4 miliar. Diperkirakan sabu ini akan diselundupkan ke Amerika Serikat (AS) dan kemudian diedarkan di sana.

Di pasaran AS, satu pon atau setengah kilogram sabu berharga sekitar US$ 15 ribu atau sekitar Rp 134,5 juta. Demikian seperti dilansir oleh Sydney Morning Herald, Jumat (10/2/2012).

Usai mendapatkan temuan ini, sejumlah wartawan diajak ke lokasi dan dibuat takjub dengan berton-ton sabu yang dimasukkan ke dalam ratusan drum, yang tersebar di kompleks rumah tersebut. Sabu yang ditemukan itu dalam bentuk serbuk berwarna putih maupun kuning.

Saat penggerebekan, petugas tidak menemukan seorang pun di rumah tersebut. Meskipun nampaknya ada sekitar 12 hingga 15 orang yang biasa bekerja di rumah tersebut.

"Temuan sebanyak ini... bisa berarti 2 hal. Pertama, mungkin produk ini belum laku dijual. Dan seperti bisnis lainnya, ketika pasar mulai tertekan, stok ini baru akan dikeluarkan. Atau, produksi dalam skala besar seperti ini demi memperluas pasar, ini merupakan usaha dari kelompok mafia narkoba Meksiko untuk menargetkan pasar Amerika Latin dan Asia," jelas perwakilan PBB urusan Kriminal dan Narkoba, Antonio Mazziatelli.

Diduga, temuan sabu ini masih terkait dengan jaringan mafia narkoba terkenal di Meskiko, kartel Sinaloa. Polisi memperkirakan, kartel tersebut mulai beralih ke narkoba jenis sabu dan mulai mengurangi hubungan dengan jaringan narkoba Kolombia yang memproduksi kokain.

(nvc/ita)


Berita Terkait