Seperti diberitakan Reuters, Rabu (1/2/2012), pernyataan itu dikeluarkan oleh Departemen Publikasi Partai Komunis China. Pernyataan itu dikeluarkan setelah bentrokan antara etnis Tibet dengan pihak berwenang di pegunungan Sichuan yang juga merupakan perbatasan dengan Tibet.
Pihak keamanan telah mengepung daerah tersebut dan memblokir jalanan serta menghentikan sejumlah jalur komunikasi. Akibatnya, mustahil bagi wartawan dan pihak lainnya untuk melakukan klarifikasi secara independen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan bahwa insiden itu merupakan plot tiruan kerusuhan berdarah di Tibet pada 2008 lalu "yang dengan sengaja direncanakan untuk menimbulkan kebencian di kalangan rakyat."
China telah memerintah apa yang disebut sebagai Daerah Otonomi Tibet sejak tentara Komunis masuk ke wilayah itu pada tahun 1950. Pemerintah China membantah kritikan bahwa pihaknya telah mengikis budaya dan agama warga Tibet. China berdalih bahwa kepemimpinannya atas Tibet justru mendatangkan pembangunan bagi wilayah terbelakang itu.
Kelompok advokasi Tibet menyatakan, sebanyak tujuh warga Tibet telah ditembak mati dan puluhan lainnya luka-luka saat aksi demonstrasi di wilayah itu dibubarkan oleh polisi dan pasukan keamanan beberapa hari lalu. China membantah telah menyerang para demonstran tersebut. Otoritas China berdalih bahwa polisi terpaksa melepas tembakan untuk membela diri dari sekelompok massa yang menyerbu kantor polisi.
(fiq/ita)











































