Kenya memang telah mengirimkan pasukan militernya ke Somalia sejak Oktober lalu setelah terjadi penyerangan dan penculikan yang diduga dilakukan oleh kelompok al-Shabaab. Pasca insiden itu, kondisi keamanan di negara tersebut semakin memburuk. Dalam serangan yang terjadi di Kenya pekan lalu itu, sedikitnya tujuh orang tewas.
Bom tersebut dijatuhkan di basis kelompok al-Shabba yang berada di kawasan Jilib, sekitar 120 km atau 75 mil utara Kismayu. Kismayu merupakan kota pelabuhan yang menjadi pusat operasi para pemberontak di negara Tanduk Afrika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami tengah mengumpulkan potongan-potongan dan apa yang tersisa pada tubuh mereka," kata Abdullahi Sultun Wayo ARAG, yang merupakan pemimpin klan. "Lokasi peristiwa juga sementara akan ditutup," katanya seperti dikutip dari reuters, Senin (16/1/2012).
Juru bicara militer Somalia Barat, Mahmud Farah, mengatakan penyerangan oleh Sekutu Kenya telah menewaskan dua orang dari kelompok al-Shabaab. Selai itu beberapa warga sipil juga ikut menjadi korban.
Sementara itu, pihak militer Kenya belum mengeluarkan komentar atas penyerangan ini. Kenya sengaja mengirimkan pasukannya ke Somalia. Pengiriman pasukan ini buntut dari serangan yang dilakukan Somalia ke Kenya beberapa waktu lalu yang dianggap telah mengancam industri pariwisata mereka. Saat ini, ada 500-an personelnya yang berada di daerah tersebut.
(lia/mok)











































