"Pengumuman tersebut didengar di Moskow dengan keprihatinan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/1/2012).
Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa pemerintah Rusia menghormati persidangan yang tengah berlangsung sebagai urusan dalam negeri Mesir. Meski begitu, kementerian menekankan, faktor-faktor kemanusiaan harus dipertimbangkan dalam persidangan Mubarak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terlebih lagi, sebagai figur politik, dia memutuskan untuk menyerahkan kekuasaan pada Februari lalu, yang signifikan dalam mencegah kematian lebih lanjut di kalangan rakyat tak bersalah," demikian disampaikan kementerian.
Mubarak saat ini tengah ditahan di rumah sakit militer Mesir karena mengalami masalah jantung. Mubarak dituduh memerintahkan pembunuhan para demonstran selama revolusi Mesir yang berakhir dengan tumbangnya kekuasaannya. Dua putra Mubarak, Alaa dan Gamal juga tengah diadili atas kasus korupsi.
(ita/ita)











































