Demikian informasi yang didapatkan oleh media Inggris, Sky News dan dilansir oleh AFP, Jumat (6/1/2012). Kepolisian Inggris menahan seorang wanita berusia 47 tahun di sebuah rumah di Essex, London bagian timur, karena diduga berusaha mencampuri dan memutarbalikkan proses peradilan kasus ini.
Pihak Scotland Yard, sebutan untuk markas Kepolisian Inggris, belum merilis secara resmi identitas wanita tersebut. Namun Sky News menyebut wanita tersebut bernama Cheryl Carter, yang merupakan mantan asisten pribadi Brooks.
Rebekah Brooks diketahui menjadi editor NOTW sejak tahun 2000 hingga 2003, dia kemudian menjabat Direktur Eksekutif surat kabar Inggris ternama, News International, yang juga masih milik bos media Rupert Murdoch. Dia mengundurkan diri pada Juli 2011 pasca skandal ini mencuat dan dia ditahan polisi.
Penangkapan Cheryl Carter diduga terkait penghapusan email-email Brooks saat dia berada di News International,
Tabloid NOTW yang sudah berusia 168 tahun ini ditutup oleh Murdoch pada Juli lalu pasca terkuaknya skandal penyadapan ilegal terhadap telepon seorang gadis korban pembunuhan di Inggris. Akibat penyadapan ini, pihak keluarga sang gadis mengira dia masih hidup, padahal sebenarnya sudah tewas terbunuh. Hal ini menimbulkan kemarahan publik di Inggris .
Penangkapan ini merupakan yang ke-17 kali dilakukan oleh Scotland Yard dalam rangkaian Operation Weeting, yang merupakan penyelidikan kasus penyadapan telepon secara ilegal oleh tabloid ternama tersebut. Saat ini, Cheryl berada dalam tahanan Kepolisian Essex.
Operation Weeting mulai dijalankan pada Januari 2010 dalam rangka penyelidikan kasus penyadapan telepon secara ilegal yang dilakukan oleh tabloid News of The World (NOTW). Dalam operasi ini, polisi telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat. Salah satu di antaranya, Andy Coulson yang merupakan mantan editor NOTW dan juga mantan Direktur Komunikasi bagi Perdana Menteri David Cameron.
Selain itu, dalam Operation Elveden, polisi juga menangkap 7 orang lainnya terkait tuduhan penyuapan kepada polisi. Lalu dalam Operation Tuleta, polisi berhasil menangkap satu orang yang diduga meretas komputer terkait kasus penyadapan tersebut.
(nvc/did)











































