Perhitungan gaji baru dilakukan oleh Komite Peninjau Gaji Pejabat Singapura yang dibentuk PM Lee Hsien Loong usai Pemilu 2011 di Singapura lalu. Komite ini dibentuk sebagai respons atas kekecewaan warga negeri pulau itu.
Warga Singapura akhir-akhir ini menghadapi masalah kenaikan biaya hidup dan ketimpangan pendapatan. Warga kecewa dan hal ini juga digunakan oleh oposisi politik yang makin menimbulkan ketidaksenangan pada pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 6 partai lain di luar PAP yang memperebutkan suara warga Singapura, seperti Partai Pekerja, Partai Solidaritas Nasional, Partai Demokrat Singapura, Partai Reformasi, Partai Rakyat Singapura, Partai Aliansi Demokrat Singapura.
Isu-isu terpanas yang dihadapi PAP adalah kebijakan atas tingginya gaji para pejabat negara. Padahal kebijakan itu dilakukan untuk menarik bakat-bakat terbaik dari sektor swasta agar mau terjun dalam pemerintahan dan untuk mencegah korupsi yang lazim terjadi di negara-negara Asia lainnya.
"Warga merasa harus ada solusi lebih baik untuk pendapatan tinggi yang diterima para menteri," jelas pengamat politik dan asisten profesor di bidang hukum dari Universitas Manajemen Singapura, seperti dilansir Business Week, Kamis (5/1/2012).
Seperti diberitakan channelnewsasia.com, Rabu (4/1/2012), gaji PM Lee Hsien Loong akan dipotong sebanyak 36 persen menjadi S$ 2,2 juta atau sekitar Rp 15,5 miliar per tahun. Sedangkan gaji Presiden Singapura dipotong sebanyak 51 persen menjadi S$ 1,5 juta atau sekitar 10,6 miliar per tahun.
Pemotongan gaji terbesar dilakukan kepada anggota parlemen yang mencapai 53 persen, sehingga sekarang hanya mendapatkan S$ 550 ribu atau Rp 3,8 miliar per tahun. Gubernur Singapura mendapatkan gaji S$ 660 ribu atau Rp 4,6 miliar dan Sekretaris Parlemen mendapatkan S$ 572 ribu atau sekitar Rp 4 miliar per tahun.
Inilah gambaran Singapura saat ini yang memicu kekecewaan masyarakat menurut Business Week:
Gaji Tertinggi
Gaji para pejabat negara di Singapura termasuk yang tertinggi di dunia. Acuan Pemerintah Singapura saat itu adalah gaji CEO atau pimpinan perusahaan dan profesi lain yang bergaji tinggi di negara pulau itu. Pemerintah Singapura beralasan gaji yang tinggi itu untuk mencegah korupsi dan membantu menarik dan mempertahankan orang-orang berkualitas dalam pemerintahan.
"Ketika saya membuat keputusan untuk bergabung dengan politik pada 2006, gaji bukanlah faktor kunci. Jika gaji ini dipotong, akan lebih susah untuk membuat keputusan untuk bekerja dalam bidang politik," ujar Grace Fu, pejabat senior di Kementerian Informasi, Komunikasi dan Seni, Lingkungan serta Sumber Daya Air dalam laman Facebooknya. Isu ini kemudian 'digoreng' oleh oposisi politik PAP.
Ketimpangan Pendapatan
Singapura merupakan negara yang ramah investor dan imigran dengan tujuan untuk menggerakkan ekonominya. Namun hal ini juga membuat disparitas atau ketimpangan pendapatan.
Gross Domestic Product (GDP) naik 41 kali lipat sejak tahun 1960 menjadi SGD 285 miliar atau sekitar Rp 2 bilyun pada tahun 2010 berdasarkan harga pasar tahun 2005. Pertumbuhan ekonomi Singapura pada tahun 2011 tumbuh 4,8 persen, setelah sebelumnya pada tahun 2010 mencapai pertumbuhan ekonomi mencapai 14,5 persen.
Ketidakpuasan pemilih telah berkembang dengan masuknya pekerja asing, yang menjadikannya seperlima penduduk Singapura pada tahun 2005 untuk mendukung ekspansi ekonomi. Kini lebih dari sepertiga dari 5,2 juta penduduk Singapura adalah non-warga negara.
Jutawan Rumah Tangga
Singapura memiliki proporsi tertinggi dalam skala global yang penduduknya adalah jutawan kelas rumah tangga, menurut The Boston Consulting Group. Hal ini berkontribusi untuk meningkatkan harga properti dan harga barang konsumsi. Akibatnya meningkatkan biaya hidup bagi warga negara yang lebih miskin. Inflasi melambung 5,7 persen pada November 2011, tercepat sejak 2008.
Harga rumah di Singapura melonjak, mendorong pemerintah untuk memperkenalkan langkah-langkah untuk mendinginkan pasar properti sejak 2009. Bulan Desember 2011 lalu, Singapura memberlakukan pajak tambahan atas pembelian properti rumah hunian pribadi untuk mengekang investasi yang berlebihan.
Di sisi lain, tekanan harga ditimbulkan oleh ComfortDelGro Corp, operator taksi dan bus terbesar di Singapura yang menaikkan ongkos taksi dan bus, memicu keresahan dari pengemudi dan penumpang. Media My Paper melaporkan taksi Comfort mengalami penurunan pemasukan harian setidaknya 20 persen pada hari pertama sejak penyesuaian harga.
"Ini adalah kemunafikan perusahaan untuk mengatakan kenaikan ini adalah untuk membantu pengemudi taksi. Perusahaan menunjukkan citra untuk memelihara pengemudi, namun mereka menyelamatkan diri mereka sendiri lebih dulu," kata sopir taksi Comfort, Daniel Tan
Gangguan Subway
Adanya peningkatan barang konsumsi dan biaya transportasi, diperparah lagi dengan gangguang subway atau kereta bawah tanah. Jalur subway yang melalui jalur wisata belanja Orchard Road ke tengah Singapura itu ditutup pada 15 Desember 2011 lalu karena adanya masalah daya listrik pada rel subway. Penutupan subway kembali terjadi dalam waktu kurang dari 36 jam.
Penumpang yang berdampak pada penutupan itu adalah yang menuju ke kawasan Orchard pada akhir pekan terakhir sebelum Natal. Gangguan ini merupakan gangguan yang terburuk yang dialami subway Singapura yang membuat Pimpinan MRT Singapura Saw Phaik Hwa dituntut mundur dari jabatan dalam rapat umum.
Hal ini diperparah dengan banjir bandang pada 23 Desember yang berlanjut pada awal tahun 2012 ini.
(nwk/nrl)











































