Seperti dilansir oleh kantor berita AFP, Jumat (23/12/2011), aksi mengheningkan cipta bagi Kim Jong-il ini dipimpin oleh Presiden Majelis Umum PBB, Nassir Abdulaziz al-Nasser. Saat itu, Nasser meminta seluruh delegasi untuk berdiri dan mengheningkan cipta selama 1 menit untuk mengenang pemimpin terdahulu Korut tersebut.
Saat Duta Besar Korut untuk PBB, Sin Son-Ho dan diplomat Korut lainnya berdiri dan menundukkan kepala mereka, nyaris sepertiga dari total 193 anggota Majelis Umum PBB malah meninggalkan ruangan. Delegasi AS, Korsel, Jepang, Inggris, Prancis, Jerman, dan sebagian besar negara anggota Uni Eropa melakukan aksi walk out.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia adalah pria yang bertanggungjawab atas tewasnya puluhan ribuan orang. Dia bukanlah sosok yang layak dihormati oleh PBB," tutur salah seorang diplomat dari kawasan Eropa menjelaskan alasan pemboikotan dan walk out.
"Ini akan sangat memalukan jika kami harus melakukannya," timpal seorang diplomat dari kawasan Asia.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Majelis Umum PBB Nassir Abdulaziz al-Nasser, menyebut aksi mengheningkan cipta bagi Kim Jong-il merupakan 'protokol' biasa yang dilakukan saat ada kepala negara anggota yang meninggal.
"Ini adalah tugas bagi saya untuk memberikan penghormatan bagi pemimpin terdahulu Korut, Kim Jong-il," tutur al-Nasser.
(nvc/nwk)











































