Hening Cipta bagi Kim Jong-il di Sidang PBB Diwarnai Walk Out

Hening Cipta bagi Kim Jong-il di Sidang PBB Diwarnai Walk Out

- detikNews
Jumat, 23 Des 2011 18:00 WIB
Hening Cipta bagi Kim Jong-il di Sidang PBB Diwarnai Walk Out
New York - Aksi mengheningkan cipta bagi pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-il di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) diwarnai aksi walk out. Delegasi Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan sejumlah negara kawasan Eropa lainnya memboikot aksi hening cipta selama semenit tersebut dan memilih keluar dari ruang sidang.

Seperti dilansir oleh kantor berita AFP, Jumat (23/12/2011), aksi mengheningkan cipta bagi Kim Jong-il ini dipimpin oleh Presiden Majelis Umum PBB, Nassir Abdulaziz al-Nasser. Saat itu, Nasser meminta seluruh delegasi untuk berdiri dan mengheningkan cipta selama 1 menit untuk mengenang pemimpin terdahulu Korut tersebut.

Saat Duta Besar Korut untuk PBB, Sin Son-Ho dan diplomat Korut lainnya berdiri dan menundukkan kepala mereka, nyaris sepertiga dari total 193 anggota Majelis Umum PBB malah meninggalkan ruangan. Delegasi AS, Korsel, Jepang, Inggris, Prancis, Jerman, dan sebagian besar negara anggota Uni Eropa melakukan aksi walk out.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para delegasi dan diplomat yang melakukan walk out, menyebut aksi mengheningkan cipta tersebut 'tidak pantas' untuk dilakukan. Mereka menilai, Kim Jong-il bukanlah sosok yang pantas dihormati, mengingat kepemimpinannya atas Korut yang sangat otoriter.

"Dia adalah pria yang bertanggungjawab atas tewasnya puluhan ribuan orang. Dia bukanlah sosok yang layak dihormati oleh PBB," tutur salah seorang diplomat dari kawasan Eropa menjelaskan alasan pemboikotan dan walk out.

"Ini akan sangat memalukan jika kami harus melakukannya," timpal seorang diplomat dari kawasan Asia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Majelis Umum PBB Nassir Abdulaziz al-Nasser, menyebut aksi mengheningkan cipta bagi Kim Jong-il merupakan 'protokol' biasa yang dilakukan saat ada kepala negara anggota yang meninggal.

"Ini adalah tugas bagi saya untuk memberikan penghormatan bagi pemimpin terdahulu Korut, Kim Jong-il," tutur al-Nasser.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads