Keterlibatan tentara itu awalnya diberitakan oleh ABC Online mengutip Direktur Tindak Pidana Umum Mabes Polri, Brigjen Pol Aridono Sukmanto. Aridono menyebutkan ada sekelompok tentara yang diperiksa akibat kecelakaan tersebut.
Seorang juru bicara militer di Jawa Timur juga mengatakan, pemilik dua kapal yang digunakan untuk mengangkut para pencari suaka ini menuduh keterlibatan militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Australia, Jason Clare, mengungkapkan kesedihannya atas tenggelamnya kapal imigran gelap itu. Clare menyalahkan para penyelundup manusia atas tragedi itu.
"Menjalankan bisnis untuk menghasilkan uang tapi mereka tidak peduli apakah imigran itu meninggal atau tidak," kata Clare.
Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim sejak semalam menampung 35 jenazah imigran gelap. 3 Di antaranya adalah anak-anak.
Ketiga oknum TNI yang diduga terlibat itu yakni Peltu S, Praka KA dan Praka K. Sebelum diserahkan ke Denpom, ketiganya sempat dimintai keterangan oleh tim gabungan penyidik dari Mabes Polri dan Polda Jatim.
Setelah diketahui ketiganya anggota TNI, Denpom Kodam V/Brawijaya langsung turun tangan dan akan memeriksanya. "Sekarang dari pihak Denpom sudah menarik ketiganya dan dimintai keterangan di Denpom Madiun. Karena Tulungagung ikut Korem Madiun," ujar Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya (Kapendam) Kolonel Inf Sugiyono.
(fiq/nrl)











































