Seperti diberitakan AFP, Selasa (13/12/2011), Dubes Prancis untuk PBB, Gerard Araud mengutuk sikap diam PBB setelah Kepala HAM PBB Navi Pillay mengatakan 5.000 orang tewas dalam aksi kekerasan di Suriah.
"Dewan Keamanan secara moral bertanggung awab atas apa yang terjadi hari ini di Suriah, penderitaan rakyat Suriah," kata Araud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Araud mengatakan, apa yang disampaikan Pillay adalah hal yang paling mengerikan yang dia dengar dari lebih dua tahun ini.
Dubes Rusia untuk PBB Vitally Churkin mengatakan, seluruh dewan merasa sangat terganggu dengan perkembangan tragis di Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Namun dia juga menyerang motif negara-negara Barat yang hanya ingin mencari perubahan rezim di Timur Tengah.
"Bahkan mereka tidak bisa merahasiakan fakta bahwa mereka menginginkan pergantian rezim. Dalam banyak pernyataan-pernyataan Anda dapat melacak kebijakan mereka yang tidak kondusif untuk sebuah proses politik," cetus Churkin.
Konflik di Suriah telah berlangsung sejak Maret lalu. Para demonstran terus menuntut pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda Assad akan mundur meski dirinya kian dipojokkan oleh tekanan sejumlah negara termasuk kelompok Liga Arab.
(fiq/gah)










































