Seperti diberitakan Reuters, Rabu (7/12/2011), Clinton menyampaikan pesannya ini saat berbicara dengan anggota Dewan Nasional Suriah (SNC), kelompok yang mengupayakan transisi demokrasi setelah berakhirnya pemerintahan Assad nanti.
Beberapa pihak merasa khawatir dengan perubahan kepemimpinan di Suriah, termasuk sekte minoritas Alawit Assad dan Kristen, yang takut pemerintah baru mungkin akan didominasi oleh muslim Sunni.
Apa yang dimulai sembilan bulan lalu sebagai protes damai menentang Assad, terinspirasi oleh gerakan di Tunisia dan Mesir ini telah bergulir mendekati perang sipil.
"Jelas, transisi demokrasi tidak hanya mencakup penghapusan rezim Assad. Ini berarti pengaturan Suriah dalam aturan hukum dan melindungi hak-hak universal dari semua warga negara, terlepas dari perbedaan sekte, etnis atau jenis kelamin," kata Hillary.
"Pihak oposisi Suriah yang terwakili di sini mengakui bahwa minoritas Suriah memiliki pertanyaan dan kekhawatiran tentang masa depan mereka dan bahwa mereka perlu diyakinkan bahwa Suriah akan lebih baik di bawah rezim toleransi dan kebebasan yang memberikan kesempatan serta menghormati martabat dan bukan atas dasar keinginan diktator," jelasnya.
(fiq/vit)











































