"Pemerintah Suriah menyambut positif penandatanganan protokol (dengan Liga Arab)," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Jihad Makdesi seperti dilansir AFP, Senin (5/12/2011).
Sedangkan soal masuknya para peninjau Liga Arab untuk memonitor kondisi Suriah, Makdisi mengatakan, pihaknya juga menyambut positif mengingat hal tersebut merupakan bagian dari ultimatum Liga Arab. Seperti diketahui, isi ultimatum Liga Arab lainnya adalah penghentian kekerasan terhadap para pendemo di Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam memonya kepada Liga Arab, Makdisi menuturkan, pemerintah Suriah meminta dilakukannya perubahan kecil yang tidak menyentuh substansi protokol. Hal ini dimaksudkan sebagai klarifikasi terkait hal-hal dinilai tidak benar soal Suriah.
"Kami meminta nama-nama dan kebangsaan para peninjau yang akan masuk ke Suriah. Kami mengharapkan jawaban positif. Keberhasilan misi ini tergantung pada kemauan Liga Arab," terang Makdisi.
Dalam memo tersebut, pemerintah Suriah menekankan pada ketentuan pasal 8 Piagam Liga Arab yang menyatakan, negara-negara anggota harus menghormati sistem pemerintahan di negara-negara anggota lainnya dan menghindari tindakan apapun untuk mengubah mereka.
Bulan lalu, Suriah telah diskors dari keanggotaan Liga Arab. Sanksi ini diberikan karena Presiden Assad gagal menghentikan pertumpahan darah di Suriah. Pengiriman para peninjau ke Suriah merupakan bagian dari proposal Liga Arab untuk mengakhiri kekerasan di Suriah.
Masyarakat internasional menginginkan para peninjau diterjunkan ke Suriah untuk menelusuri tentara-tentara militer Presiden Bashar al-Assad yang dituding PBB telah melakukan pelanggaran HAM. Menurut catatan PBB, sedikitnya 4.000 orang telah tewas dalam aksi unjuk rasa menentang Assad yang digelar sejak Maret lalu. Dalam unjuk rasa tersebut, militer pemerintah Suriah dituding telah melakukan penembakan dan kekerasan secara brutal terhadap para pendemo.
(nvc/gah)










































