Gubernur Sukhumbhand Paribatra menyerukan warga di Distrik Don Muang dan Bang Phlat untuk pergi meninggalkan rumah-rumah mereka. "Ini pertama kali saya menggunakan istilah 'evakuasi," ujarnya.
Bahkan diingatkan Sukhumbhan, daerah-daerah lain di Bangkok juga bisa terendam banjir pada akhir pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini sebagian besar wilayah Bangkok masih bebas dari banjir yang telah melanda negeri itu sejak musim hujan dimulai pada akhir Juli lalu. Kecuali wilayah Bangkok utara yang kini tengah diterjang banjir.
Kondisi ini menimbulkan kepanikan sebagian warga Bangkok. Banyak warga pergi meninggalkan Bangkok dan memadati stasiun-stasiun bus, kereta api serta bandara Suvarnabhumi, satu-satunya bandara yang masih beroperasi di Bangkok setelah bandara Don Muang ditutup sejak Selasa, 25 Oktober lalu dikarenakan terendam air.
Beberapa toko di Bangkok juga mulai menerapkan pembatasan pembelian dikarenakan stok barang yang mulai menipis dengan banyaknya warga yang memborong makanan dan keperluan lainnya untuk ditimbun. Di sebuah hipermarket misalnya, para pembeli dikenai batasan dalam membeli beras, telur dan tissu toilet.
Atas bencana alam ini, Kabinet Thai telah memerintahkan libur umum selama 5 hari untuk Bangkok dan 20 provinsi yang terkena banjir. Hari libur tersebut dimulai hari Kamis ini.
Banjir yang melanda Thailand ini merupakan yang terburuk dalam setengah abad ini. Setidaknya 373 orang telah tewas akibat banjir yang diakibatkan oleh hujan deras yang turun terus-menerus.
(ita/vit)











































