Pemerintah Teheran telah membantah keterlibatan dalam plot pembunuhan itu. Teheran bahkan menuding AS merekayasa tuduhan itu untuk mengalihkan perhatian dari masalah perekonomian domestik AS.
Atas terkuaknya plot tersebut, para diplomat AS memulai konsultasi tertutup di badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Menlu Hillary pun mencari dukungan untuk langkah-langkah keras terhadap Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan mantan ibu negara AS itu, plot ini merupakan pelanggaran besar hukum AS dan internasional serta merupakan eskalasi berbahaya atas penggunaan kekerasan politik dan dukungan terorisme pemerintah Iran.
"Tindakan nekat seperti ini merusak norma-norma internasional dan sistem internasional. Iran harus bertanggung jawab atas tindakannya," tegas istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu.
Presiden AS Barack Obama telah menelepon Raja Arab Saudi, Abdullah mengenai digagalkannya plot pembunuhan tersebut.
"Presiden dan Raja sepakat bahwa plot ini mencerminkan pelanggaran besar norma-norma internasional mendasar, etika dan hukum," demikian pernyataan Gedung Putih.
(ita/vit)











































