Benyamin (23) menyebut dirinya sebagai Phoenix Jones. Dalam aksinya menumpas kejahatan, Phoenix memakai topeng hitam, seperti Batman, dengan guratan garis-garis kuning di topengnya. Tidak lupa kostumnya pun menunjukkan otot yang menggembung.
Phoenix dituduh telah menyerang orang dengan semprotan lada. Namun ia beralasan hanya untuk melerai perkelahian jalanan. Jubir Kepolisian Seattle, Mark Jamieson menjelaskan, tindakan Phoenix tetap saja tidak bisa ditolerir.
"Kamu tidak bisa seenaknya menyemprot lada ke orang hanya karena dipikir mereka sedang berkelahi," kata Jamieson seperti dilansir dari situs orange, Rabu (12/10/2011).
Dalam akun Facebooknya, Phoenix menegaskan tidak pernah menyakiti orang lain. Ia hanya melakukan itu jika ada pihak yang dianggap merugikan orang lain.
'Niat baik' Phoenix pun berakhir. Polisi memborgol Phoenix dan membawanya untuk diperiksa. Status sebagai seorang Phoenix Jones pun tidak diterima polisi.
(mok/Ari)











































