Usai Aksi Walkout di Sidang PBB, PM Inggris Kritik Ahmadinejad

Usai Aksi Walkout di Sidang PBB, PM Inggris Kritik Ahmadinejad

- detikNews
Jumat, 23 Sep 2011 11:59 WIB
Usai Aksi Walkout di Sidang PBB, PM Inggris Kritik Ahmadinejad
New York - Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron melancarkan kritikan terhadap Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB. Hal itu dilakukan Cameron hanya beberapa menit setelah pidato Ahmadinejad yang menimbulkan aksi walkout para diplomat AS dan Uni Eropa.

Para diplomat AS dan keseluruhan 27 delegasi Uni Eropa bergegas meninggalkan ruangan usai Ahmadinejad mengatakan bahwa negara-negara "arogan" mengancam siapapun yang mempertanyakan Holocaust dan serangan 11 September dengan sanksi-sanksi dan aksi militer.

Ahmadinejad juga menuding AS menggunakan serangan "misterius" 11 September 2001 sebagai dalih untuk melancarkan perang di Irak dan Afghanistan.

PM Cameron yang berpidato setelah Ahmadinejad, melancarkan serangan balasan atas pernyataan pemimpin Iran tersebut. Cameron menyebut pidato Ahmadinejad tersebut "sampah".

"Dia tidak mengingatkan kita bahwa dia memimpin negara di mana mereka mungkin memiliki semacam pemilu namun mereka juga menekan kebebasan berbicara, melakukan semua yang mereka bisa untuk mencegah akuntabilitas media bebas, yang dengan kasar mencegah demonstrasi dan menahan serta menyiksa mereka yang mendesak adanya masa depan yang lebih baik," cetus Cameron seperti dilansir harian Telegraph, Jumat (23/9/2011).

Sebelumnya, juru bicara misi AS untuk PBB, Mark Kornblau juga mengecam pidato Ahmadinejad. "Ahmadinejad punya kesempatan untuk membahas aspirasi rakyatnya sendiri akan kebebasan dan martabat namun dia lagi-lagi malah beralih ke penghinaan anti-Semit yang mengerikan dan teori-teori konspirasi tercela," cetus Kornblau dalam sebuah statemen.

Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB tersebut, Ahmadinejad hanya menyinggung sekilas tentang isu Palestina yang menjadi bahasan utama sidang tahun ini. Pemimpin Iran itu tidak berkomentar mengenai rencana Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB.


(ita/nrl)


Berita Terkait