Pameran ini menampilkan foto-foto anak-anak dari 169 negara yang kini tinggal di New York. Warga pun beramai-ramai mendatangi pameran yang akan berlangsung dua bulan lebih tersebut. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Kamis (22/9/2011).
Sharif El-Gamal, pengembang pusat Islam tersebut mengatakan, kesalahan terbesar proyek ini adalah tidak melibatkan keluarga korban serangan 9/11 sejak awal.
Beberapa waktu lalu proyek ini menuai banyak kecaman dari kalangan yang tidak menginginkan adanya masjid di dekat lokasi serangan 9/11. Berbagai aksi demo digelar untuk memprotes pembangunan pusat Islam tersebut.
Di dalam gedung pusat Islam yang berada di jalan 51 Park Place atau hanya dua blok dari Ground Zero tersebut termasuk sebuah masjid yang telah dibuka selama dua tahun terakhir.
El-Gamal menegaskan, pusat Islam yang dikenal dengan nama Park51 tersebut dibuka untuk semua umat beragama dan akan mencakup memorial 9/11.
Menurut El-Gamal, pengumpulan dana saat ini terus dilakukan untuk menyelesaikan pembangunan gedung berlantai 15 tersebut. Gedung kontroversial tersebut nantinya akan memiliki auditorium, program-program pendidikan, kolam renang, restoran dan sekolah kuliner, tempat penitipan anak, fasilitas olahraga, pusat kesehatan dan studio artis.
(ita/nrl)











































