Dalam insiden singkat itu, massa saling melemparkan batu dan botol-botol. Bentrokan tersebut dengan cepat dihentikan oleh para polisi antihuru-hara yang telah disiagakan di lokasi. Beberapa orang terluka akibat bentrok massa tersebut dan dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit.
Banyak pendukung Mubarak datang dengan mengenakan kaos-kaos yang bertuliskan "Saya warga Mesir, saya tak akan menghina presiden saya".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ada 30 tahun korupsi, maka semua warga Mesir harus dihukum karena mereka membiarkan itu terjadi," cetusnya seperti diberitakan CNN, Rabu (3/8/2011).
Sebagian warga Mesir menyambut persidangan Mubarak namun mereka tidak yakin Mubarak akan dihukum.
"Saya yakin dia tak akan dikirim ke penjara, dia akan menemukan cara untuk meninggalkan negeri ini dalam satu bulan," kata Basma Nasr.
"Saya tidak mengharapkan vonis apapun. Saya datang ke sini untuk menyaksikan momen historis ini bersama orang-orang lainnya. Ini belum pernah terjadi di Mesir," ujar pemuda berumur 20 tahun itu.
Mubarak yang selama beberapa bulan ini dirawat di rumah sakit di Sharm el-Sheikh atas masalah jantung, muncul di persidangan dengan dibaringkan di tempat tidur pasien. Dia diadili bersama dua putranya, Alaa dan Gamal serta mantan menteri dalam negeri Habib al-Adly dan enam pimpinan kepolisian atas dakwaan berkonspirasi dalam pembunuhan para demonstran.
(ita/nrl)











































