AS Akan Kirim Ribuan Marinir dan Kapal Perang Tambahan ke Timur Tengah

AS Akan Kirim Ribuan Marinir dan Kapal Perang Tambahan ke Timur Tengah

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 14 Mar 2026 15:25 WIB
Helikopter militer dari Unit Ekspedisi Marinir AS bersiap lepas landas dari kapal perang USS Boxer (dok. Reuters)
Helikopter militer dari Unit Ekspedisi Marinir AS bersiap lepas landas dari kapal perang USS Boxer (dok. Reuters)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan ribuan Marinir dan kapal perang tambahan ke kawasan Timur Tengah. Pengerahan ini dimaksudkan untuk memperkuat jumlah pasukan dan kekuatan udara saat Washington semakin mengintensifkan serangan gabungan dengan Israel terhadap Iran.

Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Sabtu (14/3/2026), telah menyetujui pengerahan Unit Ekspedisi Marinir (MEU), yang biasanya terdiri atas beberapa kapal perang dan 5.000 Marinir AS, ke Timur Tengah.

MEU yang akan dikerahkan ke Timur Tengah itu, menurut sejumlah pejabat AS, berasal dari Indo-Pasifik. Pengerahan itu juga akan mencakup kapal-kapal amfibi dan sejumlah jet tempur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelompok Siap Tempur dan Unit Ekspedisi Marinir, juga dikenal sebagai ARG/MEU, biasanya terdiri atas sekitar 2.500 Marinir dan 2.500 pelaut.

Laporan Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sejumlah pejabat AS, menyebutkan bahwa kapal perang USS Tripoli yang berbasis di Jepang dan para Marinir yang menyertainya sedang dalam perjalanan ke kawasan Timur Tengah.

Dalam operasi melawan Iran, sebut WSJ, sebenarnya sudah ada Marinir yang dikerahkan.

WSJ melaporkan bahwa permintaan tambahan Mainir itu diajukan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah, dan disetujui oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.

Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Tidak hanya itu, Teheran juga menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang ditutup sejak perang meletus.

Lihat juga Video: Trump Rilis Video Penyerangan Ladang Minyak Irand di Pulau Kharg

Halaman 2 dari 2
(nvc/imk)



Berita Terkait