Badan Cuaca Nasional menyatakan, sekitar 141 juta orang di lebih dari 24 negara bagian terkena ancaman gelombang panas dikarenakan temperatur yang meningkat.
Bahkan di Wichita, Kansas, para ahli cuaca mengingatkan bahwa suhu udara akan mencapai setidaknya 100 derajat Fahrenheit (38 derajat Celcius) setiap hari hingga Selasa, 26 Juli waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sangat menguras, menguras fisik," kata Chris Vaccaro, juru bicara Badan Cuaca Nasional seperti diberitakan kantor berita Reuters, Kamis (21/7/2011).
Peningkatan suhu udara juga terjadi di Washington, D.C. yang temperaturnya mencapai 90 derajat Fahrenheit (32 derajat Celcius) dan diperkirakan akan mencapai 100 derajat F pada Kamis, 21 Juli waktu setempat.
Para ahli meteorologi mengatakan, gelombang panas ini bisa berlangsung hingga Agustus mendatang di sebagian besar AS bagian timur.
(ita/nrl)











































