"Ketika ada banyak sekali diskusi di luar negeri, ketika orang-orang melihat telepon disadap. Ketika orang-orang melihat beberapa individu berduka karena harus berurusan dengan semua ini, lalu saya berpikir hal itu bisa menyebabkan mereka ditanya di sini, di negara kita, beberapa pertanyaan mengenai News Ltd di sini," ujar Perdana Menteri Australia Julia Gillard seperti dilansir Reuters, Kamis (21/7/2011).
Gillard mengatakan warga Australia 'terganggu' dengan peristiwa di Inggris, ketika Rupert Murdoch dan putranya, James, membela diri di parlemen Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partai politik yang berpengaruh di Senat Australia, Partai Hijau, meminta parlemen menyelidiki peristiwa penyadapan tersebut terhadap hukum media di Australia, dan Gillard pun menyetujuinya.
Para menteri senior Australia selama berbulan-bulan menuduh News Ltd bias dalam pemberitaan yang menyasar pemerintahan Partai Buruh ini, sementara Menteri Komunikasi Stephen Conroy menuduh News Ltd berkampanye untuk perubahan rezim.
Pekan lalu, Kepala News Ltd John Hartigan menyangkal bahwa medianya menyebarkan kampanye melawan Partai Buruh, dan membela bahwa perusahaan menyajikan liputan yang agresif namun adil.
Dalam dengar pendapat di parlemen Inggris pada 19 Juli, Murdoch membantah mengetahui soal skandal penyadapan telepon yang telah memaksanya menutup surat kabar News of The World yang telah berumur 168 tahun. Namun meski begitu Murdoch meminta maaf kepada para korban penyadapan.
(nwk/nrl)











































