Kontak AS dengan Libya tersebut merupakan kontak pertama yang diakui sejak operasi militer koalisi dilancarkan atas Libya. Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kontak itu dilakukan untuk menyampaikan pesan tegas dan jelas bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik adalah dengan pengunduran diri Khadafi.
"Ini bukan negosiasi. Ini penyampaian pesan," ujar pejabat tersebut dilansir harian Telegraph, Selasa (19/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara rezim Khadafi, Moussa Ibrahim, mengatakan bahwa pertemuan itu merupakan langkah pertama untuk memperbaiki hubungan antara Libya dan AS.
"Ini langkah pertama dan kami ingin mengambil langkah selanjutnya. Kami tidak ingin tertahan di masa lalu, kami ingin bergerak maju," tandas Ibrahim.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh tiga diplomat senior AS termasuk Jeffrey D. Feltman, pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS yang menangani kebijakan Timur Tengah, beserta empat pejabat terdekat Khadafi.
Pertemuan itu telah berlangsung di Tunisia pada Sabtu, 16 Juli lalu. Atau sehari setelah AS dan negara-negara lainnya sepakat untuk mengakui kubu pemberontak, Dewan Nasional Transisi sebagai penguasa sah Libya.
(ita/nrl)











































