Hal itu dinyatakan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton ketika menjamu Menlu Prancis Alain Juppe di Washington, seperti dikutip dari kantor berita reuters, Senin (6/6/2011).
"Kami pikir adanya peralihan kekuasaan segera, adalah kepentingan terbaik bagi orang Yaman," kata Hillary ketika ditanya apakah President Ali Abdullah Saleh, yang berada di Arab Saudi untuk perawatan medis setelah serangan terhadap istananya, harus tetap di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat internasional mengajak semua pihak untuk menemukan jalan mengakhiri kerusuhan yang dapat membawa Yaman kepada perang saudara. Perang saudara dikhawatirkan dapat menjerumuskan Yaman sebagai rumah Alqaida.
"(Saleh) berada di Arab Saudi untuk perawatan medis. Pemerintah sipil itu tetap berada di Yaman. Kami percaya, sekaranglah waktu yang tepat untuk memulai transisi damai menuju proses demokrasi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner kepada wartawan.
(Ari/lrn)











































