Apalagi setelah dilakukan tes DNA, terbukti bahwa sperma tersebut milik politikus terkemuka Prancis tersebut. Menurut sumber penegak hukum AS seperti dilansir harian Telegraph, Rabu (25/5/2011), hasil tes DNA tersebut sejalan dengan pernyataan korban yang mengaku dipaksa melakukan oral dan anal seks.
Dikatakan pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya itu, dengan hasil tes DNA tersebut, dipastikan bahwa Strauss-Kahn memang terlibat perbuatan seks dengan korban, seorang wanita imigran Afrika berumur 32 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pengacara Strauss-Kahn, Benjamin Brafman menolak berkomentar mengenai hasil tes DNA kliennya. Namun beberapa hari lalu, Brafman mengatakan bahwa timnya yakin ini kasus "yang sangat, sangat bisa dibela."
"Bukti forensiknya, kami yakini tidak konsisten dengan pemaksaan hubungan," kata Brafman.
Namun menurut para jaksa, meski investigasi masih dalam tahap dini, namun bukti-bukti terhadap Strauss-Kahn "kuat dan terus bertambah setiap hari."
"Si pelapor dalam kasus ini telah memberikan cerita yang menarik dan tak tergoyahkan tentang apa yang terjadi di kamar terdakwa," kata jaksa, Artie McConnell.
(ita/nrl)











































