Pasangan malang tersebut bernama Rajiv Verma dan Renu Pal. Hubungan pasangan yang diketahui masih berusia 20-an tahun tersebut, tidak direstui orang tuanya sehingga mereka pun memutuskan untuk kawin lari. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (6/5/2011).
Rajiv dan Renu melarikan diri dari keluarganya pada Minggu (1/5) lalu dan kembali ke desa mereka di Nagla Khuru, sebelah utara wilayah Uttar Pradesh, India, sehari setelahnya. Saat tiba di desa, mereka disambut oleh sekelompok massa yang marah. Dengan dipimpin oleh keluarga si perempuan, massa yang marah tersebut lantas merajam Rajiv dan Renu dengan batu hingga keduanya tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah insiden pembunuhan demi kehormatan," ujarnya.
Akhir-akhir ini, India sering menghadapi kasus serupa. Seringkali melibatkan muda-mudi yang menikah dengan pasangan berbeda kasta, di mana keluarganya sendiri membunuh pasangan tersebut demi melindungi reputasi dan kehormatan keluarganya.
"Apa yang dilakukan masyarakat ini jelas-jelas bukan merupakan hal yang bisa dimaafkan. Kami memastikan bahwa yang bersalah tidak akan lolos begitu saja dan saya yakin hukum akan memberikan keadilan bagi pasangan tak bersalah yang menjadi korban pembunuhan brutal ini," tegas Lal.
Lal menilai, kebanyakan masyarakat India lebih takut malu dengan pandangan banyak orang di sekitarnya. Padahal menurutnya, kemajuan sosial, pendidikan dan ekonomi di India cukup pesat.
"Masyarakat tetap kolot dengan hal-hal konvensional seperti kasta dan norma sosial yang ketinggalan zaman, dengan tidak mengizinkan dua orang muda untuk jatuh cinta," ucapnya.
Melihat kasus pembunuhan seperti ini semakin marak, Mahkamah Agung India telah memerintahkan pemerintah daerah untuk menindak tegas setiap kasus yang terjadi. Bahkan tak segan para pejabat daerah yang gagal melakukan penindakan akan diproses hukum.
Pemerintah sendiri tidak memiliki angka pasti terkait kasus pembunuhan seperti ini. Namun hasil kajian independen sebuah LSM menyebutkan ada sekitar 900 kasus setiap tahunnya, kebanyakan terjadi di wilayah Haryana, Punjab dan Uttar Pradesh. Tahun lalu, Menteri Dalam Negeri India P Chidambaram menjanjikan untuk menyusun RUU yang memberikan hukuman berat bagi pelaku pembunuhan seperti ini.
(nvc/nrl)











































