"Kami tidak berbagi soal intelijen tentang bangunan tersebut dengan negara lain termasuk Pakistan," ujar seorang pejabat AS seperti diberitakan AFP, Senin (2/5/2011).
Dikatakan pejabat yang tidak disebutkan namanya itu, alasan AS tidak memberitahu Pakistan adalah "perlunya untuk tetap menjaga kerahasian penuh mengenai operasi itu".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pemerintah Pakistan tampaknya tidak mempersoalkan hal tersebut. Terbukti pemerintah Pakistan mengeluarkan pernyataan yang menyambut kematian pemimpin teroris kelahiran Arab Saudi itu.
Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengatakan, pembunuhan Osama merupakan kemenangan besar.
"Kami tak akan mengizinkan tanah air kami digunakan melawan negara lain untuk terorisme dan karenanya saya pikir ini kemenangan besar, ini keberhasilan dan saya mengucapkan selamat atas keberhasilan operasi ini," tutur Gilani pada AFP.
Bgi Pakistan, kematian Osama merupakan kemunduran besar bagi organisasi-organisasi di seluruh dunia.
"Operasi ini dilakukan oleh pasukan AS sesuai dengan kebijakan AS bahwa Osama bin Laden akan disingkirkan dalam aksi langsung oleh pasukan AS, di manapun ditemukan di dunia," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Osama tewas bersama seorang putranya serta tiga orang lainnya yang terdiri dari dua pria dan seorang wanita. Kedua pria tersebut adalah kurir kepercayaan Osama dan saudara laki-lakinya.
(ita/nrl)










































