DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 09:46 WIB

Negara-negara OKI Nyatakan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Negara-negara OKI Nyatakan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina Presiden Jokowi juga hadir dalam KTT OKI di Istanbul (Laily Rachev-Biro Pers Setpres)
Istanbul - Kepala negara dan menteri yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) di Istanbul, Turki menyerukan negara-negara dunia untuk mengakui Yerusalem Timur, yang diduduki Israel, sebagai ibu kota Negara Palestina.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (14/12/2017), dalam Komunike Final yang menjadi pernyataan akhir untuk KTT OKI ini, ditegaskan bahwa negara-negara anggota OKI menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Komunike ini ditampilkan dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri Turki.

"Menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Negara Palestina dan mengundang seluruh negara untuk mengakui Negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," demikian bunyi pernyataan akhir negara-negara OKI.


Komunike ini juga menyatakan penolakan dan kecaman keras atas keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Yerusalem.

"Menolak dan mengecam keras keputusan sepihak oleh Presiden Amerika Serikat yang mengakui Al-Quds (nama Arab untuk Yerusalem) sebagai ibu kota Israel, negara yang menduduki," kecam negara-negara OKI dalam pernyataan akhirnya.

"Menolaknya sebagai (keputusan) tidak valid dan tidak memiliki nilai apapun secara hukum, dan menganggapnya sebagai serangan terhadap hak-hak historis, hukum, natural dan nasional rakyat Palestina, merusak secara sengaja seluruh upaya perdamaian, mendorong ekstremisme dan terorisme, dan ancaman bagi perdamaian serta keamanan internasional," imbuh pernyataan itu.

Video 20Detik: Turki Minta Dunia Harus Akui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pernyataan lain berjudul 'Deklarasi Istanbul' yang diterima wartawan usai KTT OKI selesai digelar, juga menyerukan kepada pemerintahan Trump untuk mencabut keputusan kontroversialnya.

"Kami mengundang pemerintahan Trump untuk mempertimbangkan kembali keputusannya yang tidak sah yang mungkin memicu kekacauan di kawasan, dan menarik kembali langkahnya yang salah," demikian bunyi deklarasi itu seperti dilansir Reuters.

Hadir dalam KTT ini, Presiden Palestina Mahmud Abbas yang memperingatkan bahwa 'tidak ada perdamaian atau stabilitas' di Timur Tengah hingga Yerusalem diakui sebagai ibu kota Palestina. Abbas juga menyebut langkah Trump secara tidak langsung telah menarik AS dari perannya sebagai mediator perdamaian di Timur Tengah.

"Kami tidak menerima peran apapun dari Amerika Serikat dalam proses politik mulai sekarang. Karena jelas mereka bias terhadap Israel," tegasnya.


Pernyataan akhir KTT OKI menyepakati seruan Abbas itu, dengan menyebut langkah Trump soal Yerusalem sama saja 'pengumuman penarikan pemerintah AS dari perannya sebagai sponsor perdamaian'.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed