ADVERTISEMENT

Perang Ukraina Disebut NATO Bakal Menahun

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Jun 2022 06:05 WIB
NATO General Secretary Jens Stoltenberg gestures as he speaks during a press conference to present the next North Atlantic Council (NAC) Ministers of Foreign Affairs meeting, at the NATO headquarters in Brussels on April 5, 2022. (Photo by Franois WALSCHAERTS / AFP)
Foto: AFP/FRANCOIS WALSCHAERTS
Jakarta -

Perang di Ukraina diprediksi bisa berlangsung hingga bertahun-tahun. Prediksi itu disampaikan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar harian asal Jerman, Bild, seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (19/6) Stoltenberg menyebut perlu menyiapkan banyak hal untuk mengantisipasi prediksi tersebut. Dia mengatakan jangan sampai semangat dukungan ke Ukraina mengendur.

"Kita harus menyiapkan banyak hal untuk bertahun-tahun. Kita tidak boleh mengendurkan dukungan ke Ukraina bahkan bila menghabiskan banyak biaya," ucap Stoltenberg.

"Bukan hanya dukungan militer, kita harus memberi bantuan karena naiknya harga energi dan pangan," imbuhnya.

Sebagai informasi, Rusia telah melakukan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022. Putin sendiri menyebut militer Rusia melakukan 'operasi militer khusus' ke Ukraina.

Putin sangat menentang keinginan Ukraina untuk bergabung dengan aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Moskow menganggap NATO sebagai ancaman bagi keamanan wilayahnya.

Putin Tak Masalah Ukraina Gabung Uni Eropa

Di sisi lain Komisi Eropa pada Jumat (17/6) waktu setempat merekomendasikan agar Ukraina dan Moldova masing-masing diberi status 'kandidat' untuk bergabung dengan Uni Eropa. Status 'kandidat' secara resmi untuk Ukraina bisa membuka jalan bergabung dengan Uni Eropa. Status kandidat ini didapat setelah bertahun-tahun upaya dari Ukraina.

Keputusan soal nasib Ukraina mungkin akan diresmikan pada pertemuan puncak pemimpin negara-negara Uni Eropa di Brussels, Belgia, pada 23-34 Juni mendatang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji langkah itu dan menyatakan dirinya 'berterima kasih' kepada Ketua Uni Eropa Ursula von der Leyen dan 'setiap anggota Komisi Eropa atas keputusan bersejarahnya'.

Hal ini kemudian ditanggapi Putin. Dia mengaku tak masalah jika Ukraina bergabung dengan Uni Eropa. Sikap Putin ini berbeda saat Ukraina dikabarkan hendak bergabung dengan NATO.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (18/6), penegasan itu disampaikan Putin saat berbicara dalam forum ekonomi tahunan Rusia, Forum Ekonomi Internasional St Petersburg, pada Jumat (17/6) waktu setempat.

"Kami tidak menentangnya. Itu menjadi keputusan berdaulat mereka untuk bergabung dengan serikat ekonomi atau tidak. Itu menjadi urusan mereka, urusan rakyat Ukraina," ucap Putin dalam forum tersebut.

"Sejauh menyangkut integrasi ekonomi mereka, hal itu menjadi pilihan mereka. Uni Eropa bukanlah aliansi militer, tidak seperti NATO," kata Putin.

Namun, Putin meyakini Ukraina akan 'berubah menjadi semi-koloni' negara-negara Barat jika bergabung dengan Uni Eropa. "Itu pendapat saya," ujarnya.

Lihat juga video '2 Pesawat F-35 AS Pamer Aksi Terbang Melintasi Langit 3 Negara Baltik':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT