Ledakan Bom Bikin Suasana di Myanmar Makin Mencekam

ADVERTISEMENT

Round-Up

Ledakan Bom Bikin Suasana di Myanmar Makin Mencekam

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 21:17 WIB
Bisnis Menggiurkan Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar
Ilustrasi buntut panjang kudeta militer Myanmar membuat situasi semakin mencekam (Foto: DW (SoftNews))
Naypyidaw -

Suasana di Myanmar semakin mencekam buntut krisis yang melanda usai kudeta militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu. Ledakan demi ledakan akibat serangan roket hingga bom terus terjadi.

Sejumlah bom meledak di Yangon, kota terbesar Myanmar ketika para pengunjuk rasa menggelar aksi demo singkat untuk menentang junta militer yang telah memegang kekuasaan selama tiga bulan. Negara itu pun telah berada dalam kekacauan.

Kudeta militer tersebut memicu perlawanan rakyat besar-besaran, yang coba ditumpas oleh pihak berwenang dengan mengerahkan kekuatan mematikan dan peluru tajam.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (1/5/2021), ketika Myanmar memasuki bulan keempat di bawah kekuasaan militer pada hari Sabtu (1/5), para pengunjuk rasa di pusat komersial Yangon-pusat kerusuhan dengan banyak personel keamanan-melakukan aksi demonstrasi kilat, berbaris cepat di jalan-jalan untuk menghindari konfrontasi dengan polisi dan tentara.

"Kita memiliki kebenaran. Hanya kebenaran yang akan menang," demikian bunyi spanduk yang dikibarkan para pengunjuk rasa saat mereka berbaris dengan cepat melintasi kawasan, menunjukkan salam hormat tiga jari untuk menantang junta.

Di kota Insein, Yangon, ledakan bom meledak sekitar pukul 10 pagi di dekat sekolah setempat, kata seorang penduduk yang tinggal di dekatnya.

"Beberapa pasukan keamanan datang untuk memeriksa daerah ledakan, tetapi saya hanya mengawasi dari jauh dari rumah saya karena saya khawatir mereka akan menangkap saya," katanya kepada AFP, seraya menambahkan bahwa dia melihat asap membubung.

Pada sore hari, dua ledakan bom lagi terjadi di Yankin, lebih jauh ke selatan, menurut penduduk setempat yang tinggal di kota pemukiman yang rindang.

"Saya mendengarnya dari tempat saya, saya kira itu guntur," kata seorang warga kepada AFP, seraya menambahkan bahwa ledakan itu membuat pasukan keamanan gelisah.

Masih belum jelas apakah ada yang terluka akibat ledakan itu. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas bom - yang meledak dengan frekuensi yang meningkat di Yangon tersebut.

"Mereka (junta) telah membuat orang hidup dalam ketakutan dan itu bagus untuk membuat mereka gelisah juga," kata warga Yankin itu.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT