Mereka yang Pernah Disadap: Dari Habibie sampai Jokowi

Infografis

Mereka yang Pernah Disadap: Dari Habibie sampai Jokowi

Sudrajat - detikNews
Kamis, 02 Feb 2017 15:27 WIB
Foto: Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta - Tak perlu merujuk skandal Watergate berpuluh tahun lampau di Amerika Serikat sana. Sebab aksi sadap-menyadap bukan hal baru di Indonesia. Presiden dan para pejabat publik menjadi salah satu targetnya. Berikut ini beberapa contohnya.

10 Desember 1998
Percakapan melalui telepon antara Presiden BJ Habibie dan Jaksa Agung M. Andi Ghalib sehari setelah pemeriksaan mantan Presiden Soeharto disadap. Materinya kemudian disiarkan majalah Panji Masyarakat edisi 24 Februari 1999.

30 Juni 2009
Kepala Bareskrim Komjen Susno Duadji menyatakan dirinya merasa disadap instansi lain. Kala itu ia mensinyalir penyadapan terkait dengan isu skandal Bank Century. Susno diduga menerima uang Rp 10 miliar dari Century.

Februari 2014
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumulo mengungkapkan sejak akhir 2013 rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sempat disadap. Tapi Jokowi sepertinya cuek. "Yang mau disadap dari saya apa, sih?"

Desember 2013
Analis dari Agensi Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat Edward Snowden mengungkapkan pada 2009 para agen intelijen Australia telah menyadap lingkar Istana Kepresidenan Indonesia, termasuk keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kala itu.

Februari 2014
Edward Snowden kembali mengungkapkan adanya spionase massal dan pengumpulan data 1,8 juta pelanggan Telkomsel dan Indosat oleh NSA dan badan intelijen Australia. New York Times dan Canberra Times memberitakan laporan ini pada pertengahan Februari 2014.
(jat/erd)


Berita Terkait