6.738 KK di Maros Terdampak Kekeringan

Foto

6.738 KK di Maros Terdampak Kekeringan

Rafida Fauzia - detikNews
Minggu, 23 Agu 2026 12:00 WIB

Sulawesi Selatan - Kekeringan berdampak pada 6.738 KK di Kabupaten Maros. Warga harus membeli air hingga Rp250 ribu per 1.000 liter untuk kebutuhan harian.

Warga menjemur di pinggir sumur tadah hujan yang menyusut akibat kemarau di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 6.738 kepala keluarga (KK) di delapan kecamatan di Kabupaten Maros terdampak kekeringan sehingga warga memanfaatkan sumur tadah hujan yang telah keruh maupun membeli air dengan harga Rp40 ribu hingga Rp250 ribu per 1.000 liter untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak. ANTARA FOTO/Hasrul Said/agr

Warga mengambil air dari sumur bor untuk dijual kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/8/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said

 
Warga menjemur di pinggir sumur tadah hujan yang menyusut akibat kemarau di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 6.738 kepala keluarga (KK) di delapan kecamatan di Kabupaten Maros terdampak kekeringan sehingga warga memanfaatkan sumur tadah hujan yang telah keruh maupun membeli air dengan harga Rp40 ribu hingga Rp250 ribu per 1.000 liter untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak. ANTARA FOTO/Hasrul Said/agr


Sebanyak 6.738 kepala keluarga (KK) di delapan kecamatan di Kabupaten Maros terdampak kekeringan. ANTARA FOTO/Hasrul Said

 
Warga menjemur di pinggir sumur tadah hujan yang menyusut akibat kemarau di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 6.738 kepala keluarga (KK) di delapan kecamatan di Kabupaten Maros terdampak kekeringan sehingga warga memanfaatkan sumur tadah hujan yang telah keruh maupun membeli air dengan harga Rp40 ribu hingga Rp250 ribu per 1.000 liter untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak. ANTARA FOTO/Hasrul Said/agr


Untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak, warga memanfaatkan sumur tadah hujan yang telah keruh maupun membeli air seharga Rp40 ribu hingga Rp250 ribu per 1.000 liter. ANTARA FOTO/Hasrul Said

 
6.738 KK di Maros Terdampak Kekeringan
6.738 KK di Maros Terdampak Kekeringan
6.738 KK di Maros Terdampak Kekeringan


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini