Aksi Solidaritas di Tokyo Tolak Lockdown China

ADVERTISEMENT

Foto

Aksi Solidaritas di Tokyo Tolak Lockdown China

Reuters/Kim Kyung-Hoon - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 18:15 WIB

Tokyo - Sejumlah warga China yang tinggal di Jepang menggelar aksi protes terhadap lockdown China. Mereka membawa kertas kosong dan sejumlah poster lainnya.

Demonstrators hold placards during a solidarity protest against China's COVID-19 lockdowns, in Tokyo, Japan, November 30, 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Sejumlah warga China yang tinggal di Jepang bergabung dengan para demonstran dalam aksi protes solidaritas menentang penguncian COVID-19 China, di Tokyo, Jepang, Rabu (30/11).  

Chinese residents living in Japan hold white sheets of paper in a solidarity protest against China's COVID-19 lockdowns, in Tokyo, Japan, November 30, 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Para demonstran membawa kertas kosong dan sejumlah poster lainnya dalam aksi solidaritas tersebut.  

A group of protesters hold a peaceful gathering down the street from the Chinese embassy in Tokyo on November 28, 2022, in support of demonstrations held in China over Beijing's Covid-19 restrictions. - Hundreds of people have taken to the streets in China's major cities in a rare outpouring of public anger against the state over its zero-Covid policy. (Photo by Richard A. Brooks / AFP) (Photo by RICHARD A. BROOKS/AFP via Getty Images)

Sekelompok pengunjuk rasa mengadakan pertemuan damai di jalan depan kedutaan besar China di Tokyo. Ratusan orang telah turun ke jalan di kota-kota besar China dalam luapan kemarahan publik yang jarang terjadi terhadap negara atas kebijakan nol-COVID-nya. Richard A. Brooks/AFP/Getty Images  

Chinese residents living in Japan take part in a solidarity protest against China's COVID-19 lockdowns, in Tokyo, Japan, November 30, 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Sepanjang pandemi COVID-19 China memberlakukan kebijakan nol-COVID yang diimplementasikan dengan pemberlakuan lockdown ketat. Kebijakan berdampak pada sektor-sektor ekonomi di China yang makin buruk.  

Demonstrators hold placards during a solidarity protest against China's COVID-19 lockdowns, in Tokyo, Japan, November 30, 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Bukan hanya itu, lockdown di China mengganggu rantai pasokan global, dan pasar keuangan. Karena lockdown berkepanjangan terus dilakukan, warga China mulai menunjukkan kemarahan.  

A woman from Hong Kong holds a placard depicting Chinese President Xi Jinping, during in a solidarity protest against China's COVID-19 lockdowns, in Tokyo, Japan, November 30, 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Warga China meningkatkan protes minggu ini, dengan tuntutan untuk mengakhiri pembatasan COVID-19 yang paling ketat di dunia. Bahkan para demonstran menuntut agar Presiden Xi Jinping mundur.  

Chinese residents living in Japan take part in a solidarity protest against China's COVID-19 lockdowns, in Tokyo, Japan, November 30, 2022. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Diberitakan sebelumnya, kebakaran di Urumqi disebut menjadi pemicu demo besar-besaran di China. Kejadian itu menewaskan sejumlah orang karena saat kebakaran warga tidak bisa menyelamatkan diri imbas lockdown ketat yang diterapkan pemerintah China. Demo semakin meluas di kota-kota besar China.  

Aksi Solidaritas di Tokyo Tolak Lockdown China
Aksi Solidaritas di Tokyo Tolak Lockdown China
Aksi Solidaritas di Tokyo Tolak Lockdown China
Aksi Solidaritas di Tokyo Tolak Lockdown China
Aksi Solidaritas di Tokyo Tolak Lockdown China
Aksi Solidaritas di Tokyo Tolak Lockdown China
Aksi Solidaritas di Tokyo Tolak Lockdown China


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT