ADVERTISEMENT

Foto

Momen Rusia Datangi Rumah-rumah Warga Ukraina untuk Referendum

REUTERS/Alexander Ermochenko - detikNews
Minggu, 25 Sep 2022 12:00 WIB

Ukraina - Rusia memulai referendum sebagai upaya mencaplok empat wilayah Ukraina. Tak hanya menyediakan tempat pemungutan suara, Rusia juga mendatangi rumah-rumah warga.

People visit a polling station located in the Don State Technical University on the second day of a referendum on the joining of Russian-controlled regions of Ukraine to Russia, in Rostov-on-Don, Russia September 24, 2022. A vote at the polling station was held for residents of the self-proclaimed Donetsk (DPR) and Lugansk People's Republics (LPR) - the Russian-controlled regions of Ukraine. REUTERS/Sergei Pivovarov
Orang-orang mengunjungi tempat pemungutan suara yang terletak di Universitas Teknik Negeri Don pada hari kedua referendum tentang bergabungnya wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia ke Rusia, di Rostov-on-Don, Rusia, Sabtu, (24/9/2022). Pemungutan suara di tempat pemungutan suara stasiun diadakan untuk penduduk yang memproklamirkan diri Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Lugansk (LPR) - wilayah yang dikuasai Rusia di Ukraina. REUTERS/Sergey Pivovarov
People queue to enter a polling station on the second day of a referendum on the joining of the self-proclaimed Donetsk People's Republic (DPR) to Russia, in Mariupol, Ukraine September 24, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Orang-orang mengantre untuk memasuki tempat pemungutan suara pada hari kedua referendum tentang bergabungnya Republik Rakyat Donetsk (DPR) ke Rusia, di Mariupol, Ukraina. Pemungutan suara dalam referendum untuk bergabung dengan Rusia telah dimulai di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow.
A voter walks to cast his ballot at a polling station on the second day of a referendum on the joining of the self-proclaimed Donetsk People's Republic (DPR) to Russia, in Mariupol, Ukraine September 24, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Pemungutan suara atau voting, sebut para pejabat pro-Rusia di Ukraina, tengah berlangsung di Luhansk, juga di sebagian wilayah Zaporizhzhia dan Donetsk, serta wilayah Kherson, yang hampir sepenuhnya dikuasai Rusia. Pemungutan suara akan berlangsung selama lima hari hingga Selasa (27/9) pekan depan.
A voter demonstrates a ballot to journalists while casting it at a polling station located in the Don State Technical University on the second day of a referendum on the joining of Russian-controlled regions of Ukraine to Russia, in Rostov-on-Don, Russia September 24, 2022. A vote at the polling station was held for residents of the self-proclaimed Donetsk (DPR) and Lugansk People's Republics (LPR) - the Russian-controlled regions of Ukraine. REUTERS/Sergei Pivovarov
Voting yang isinya menanyakan penduduk keempat wilayah itu apakah mereka ingin wilayah menjadi bagian dari Federasi Rusia, diprediksi hasilnya akan mengikuti kemauan Moskow. REUTERS/Sergey Pivovarov
A local resident casts a ballot into a mobile ballot box carried by members of an electoral commission on the second day of a referendum on the joining of the self-proclaimed Donetsk People's Republic (DPR) to Russia, in Mariupol, Ukraine September 24, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Tak hanya menyediakan tempat pemungutan suara. Rusia juga mendatangi rumah-rumah warga Ukraina untuk mengumpulkan suara.
A local resident casts a ballot into a mobile ballot box carried by members of an electoral commission on the second day of a referendum on the joining of the self-proclaimed Donetsk People's Republic (DPR) to Russia, in Mariupol, Ukraine September 24, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Anggota komisi pemilihan mengumpulkan suara dengan mendatangi rumah-rumah warga selama referendum di Mariupol, Ukraina. Hasil referendum itu nantinya akan bisa dijadikan dalih oleh Rusia untuk mengklaim bahwa setiap upaya pasukan Ukraina merebut kembali wilayah-wilayah itu adalah serangan terhadap Rusia sendiri. Hal itu berarti tentunya akan semakin meningkatkan perang yang sudah berlangsung selama tujuh bulan di Ukraina.
A local resident casts a ballot into a mobile ballot box carried by members of an electoral commission on the second day of a referendum on the joining of the self-proclaimed Donetsk People's Republic (DPR) to Russia, in Mariupol, Ukraine September 24, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Referendum itu digelar setelah sebelumnya Presiden Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi militer parsial, yang berarti bisa mengerahkan 300.000 tentara Rusia tambahan untuk bertempur di Ukraina.
A local resident casts a ballot into a mobile ballot box carried by members of an electoral commission on the second day of a referendum on the joining of the self-proclaimed Donetsk People's Republic (DPR) to Russia, in Mariupol, Ukraine September 24, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Referendum yang dicetuskan oleh Kremlin ini dipandang sebagai langkah menuju pencaplokan wilayah-wilayah Ukraina oleh Rusia. Otoritas Ukraina dan negara-negara Barat mengecam referendum itu sebagai penipuan, tanpa kekuatan hukum apapun yang mengikat.
Momen Rusia Datangi Rumah-rumah Warga Ukraina untuk Referendum
Momen Rusia Datangi Rumah-rumah Warga Ukraina untuk Referendum
Momen Rusia Datangi Rumah-rumah Warga Ukraina untuk Referendum
Momen Rusia Datangi Rumah-rumah Warga Ukraina untuk Referendum
Momen Rusia Datangi Rumah-rumah Warga Ukraina untuk Referendum
Momen Rusia Datangi Rumah-rumah Warga Ukraina untuk Referendum
Momen Rusia Datangi Rumah-rumah Warga Ukraina untuk Referendum
Momen Rusia Datangi Rumah-rumah Warga Ukraina untuk Referendum

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT