Deretan Tanah Retak di Berbagai Dunia Gegara Kekeringan Parah

ADVERTISEMENT

Foto

Deretan Tanah Retak di Berbagai Dunia Gegara Kekeringan Parah

Getty Images - detikNews
Selasa, 30 Agu 2022 06:45 WIB

Jakarta - Musim kekeringan panjang membuat fenomena tanah retak di mana-mana. Akhir-akhir ini makin runyam dengan perubahan iklim. Lihat ini dampaknya.

Fenomena tanah retak diakibatkan akibat musim kemarau berkepanjangan. Namun, akhir-akhir ini pun tanah retak malah diakibatkan perubahan iklim.

Dari daratan Yunani tepatnya di kawasan Rhodes, terdapat lanskap tanah retak yang terjadi pada 16 Juli 2009. Perubahan iklim dan pemanasan global membuat banyak wilayah dan sungai mengering.

Fenomena tanah retak diakibatkan akibat musim kemarau berkepanjangan. Namun, akhir-akhir ini pun tanah retak malah diakibatkan perubahan iklim.

Lanjut ada foto drone yang memperlihatkan hamparan sawah yang kering di Neijiang, Provinsi Sichuan, China. Kekeringan ini terjadi pada 24 Agustus 2022 lalu.

Fenomena tanah retak diakibatkan akibat musim kemarau berkepanjangan. Namun, akhir-akhir ini pun tanah retak malah diakibatkan perubahan iklim.

Dari kawasan Chongqing tepatnya di aliran Sungai Yangtze terlihat beberapa ruas tanah mengering imbas kekeringan parah yang terjadi belum lama ini pada 16 Agustus 2022.  

Fenomena tanah retak diakibatkan akibat musim kemarau berkepanjangan. Namun, akhir-akhir ini pun tanah retak malah diakibatkan perubahan iklim.

Rawa-rawa Chibayish di Selatan Irak mengalami kekeringan dahsyat. Kekeringan ini terjadi selama tiga tahun berturut-turut hingga sekarang. Foto ini diambil pada 24 Juli 2022 lalu.

Fenomena tanah retak diakibatkan akibat musim kemarau berkepanjangan. Namun, akhir-akhir ini pun tanah retak malah diakibatkan perubahan iklim.

Berikutnya ada lanskap Danau Merah di Kingman, Arizona, Amerika Serikat, yang tengah menghadapi kekeringan terburuk. Retakan terlihat dari dasar danau yang mengering. Bahkan ahli geologi menyebut kekeringan ini yang paling ekstrem.

Fenomena tanah retak diakibatkan akibat musim kemarau berkepanjangan. Namun, akhir-akhir ini pun tanah retak malah diakibatkan perubahan iklim.

Foto ini merupakan kondisi tanah retak di dasar Danau Suesca, Kolombia. Lanskap yang diambil pada 12 Maret 2021 ini memperlihatkan ketinggian air di danau tersebut menurun drastis bahkan hingga 90 persen.

Fenomena tanah retak diakibatkan akibat musim kemarau berkepanjangan. Namun, akhir-akhir ini pun tanah retak malah diakibatkan perubahan iklim.

Fenomena ini pun pernah terjadi lho di Indonesia. Tepatnya di Sigi, Sulawesi Tengah. Tanah retak juga disebabkan kekeringan dan juga diperparah oleh gempa pada 28 September 2018 lalu.

Fenomena tanah retak diakibatkan akibat musim kemarau berkepanjangan. Namun, akhir-akhir ini pun tanah retak malah diakibatkan perubahan iklim.

Lanskap tanah kering dan lembut terlihat dari kawasan Nicasio, California, pada 23 April 2021 lalu. Kekeringan idiakibatkan perubahan iklim yang terjadi bahkan hingga saat ini.

Deretan Tanah Retak di Berbagai Dunia Gegara Kekeringan Parah
Deretan Tanah Retak di Berbagai Dunia Gegara Kekeringan Parah
Deretan Tanah Retak di Berbagai Dunia Gegara Kekeringan Parah
Deretan Tanah Retak di Berbagai Dunia Gegara Kekeringan Parah
Deretan Tanah Retak di Berbagai Dunia Gegara Kekeringan Parah
Deretan Tanah Retak di Berbagai Dunia Gegara Kekeringan Parah
Deretan Tanah Retak di Berbagai Dunia Gegara Kekeringan Parah
Deretan Tanah Retak di Berbagai Dunia Gegara Kekeringan Parah


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT