ADVERTISEMENT

Foto

Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan

Grandyos Zafna - detikNews
Selasa, 19 Jul 2022 08:09 WIB

Jakarta - Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Perkenalkan, Nur pria kelahiran 1978 penjul layangan di kawasan Tanah Kusir, Jakarta, Senin (18/7/2022).

Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Melihat rekam jejaknya, Nur terlahir dalam kondisi sehat. Namun saat usianya hampir 1 tahun, tiba-tiba badannya panas kemudian dibawa oleh orang tua nya ke mantri. Namu setelah disuntik, ke esokan harinya Nur langsung lumpuh.

Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Sejak saat itu hingga sekarang Nur tidak bisa menggunakan kedua kakinya.

Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Keterbatasan tersebut tidak menyurutkan niat Nur untuk mencari nafkah.

Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Ditemani sepeda motor yang dimodifikasi khusus menjadi tiga roda, Nur berjuang menjalani hidup dengan menjual layangan.

Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Awalnya Nur berjualan dengan menggunakan kursi roda. Namun dari hasilnya berjualan layangan, akhirnya ia dapat membeli sepeda motor.

Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Lokasi berjualan Nur saat ini hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya.

Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Selain menjual layangan, Nur juga menjual benang gelasan dan kenur.

Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Untuk layangan Nur mematok harga Rp 2 ribu.

Nur, pria kelahiran 1978 berjualan layangan ditengah keterbatasannya. Polio yang ia idap tidak membuatnya berhenti untuk berjuang.

Untuk kenur Nur menenjual seharga Rp 5 ribu.

Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan
Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan
Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan
Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan
Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan
Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan
Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan
Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan
Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan
Sosok Inspiratif Penjual Layangan di Tengah Keterbatasan

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT