Aksi Warga Sanur Rawat Terumbu Karang di Tengah Ancaman Terminal LNG

ADVERTISEMENT

Foto

Aksi Warga Sanur Rawat Terumbu Karang di Tengah Ancaman Terminal LNG

I Wayan Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 06:29 WIB

Denpasar - Sejumlah warga melakukan penanaman dan perawatan terumbu karang. Keberadaan terumbu karang terancam rencana proyek terminal gas alam cair (LNG). Duh!

Sejumlah warga melakukan penanaman dan perawatan terumbu karang. Hal itu tetap dilakukan meski keberadaan terumbu karang terancam rencana proyek terminal gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), Minggu, 3/7/2022.
Warga yang tergabung dalam Komunitas Peduli Sumber Daya Air Sungai-Bahari Sanur tetap melakukan penanaman dan perawatan terumbu karang. Hal itu dilakukan di tengah rencana proyek terminal khusus (tersus) gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang mengancam keberlangsungan terumbu karang, Minggu, (3/7/2022).
Sejumlah warga melakukan penanaman dan perawatan terumbu karang. Hal itu tetap dilakukan meski keberadaan terumbu karang terancam rencana proyek terminal gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), Minggu, 3/7/2022.
Penanaman terumbu karang mereka lakukan di tengah laut kawasan Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, tepatnya di belakang Hotel Mercure Resort. Pada kesempatan ini, mereka menanam sebanyak tiga jenis terumbu karang.
Sejumlah warga melakukan penanaman dan perawatan terumbu karang. Hal itu tetap dilakukan meski keberadaan terumbu karang terancam rencana proyek terminal gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), Minggu, 3/7/2022.
Ketiga jenis terumbu karang yang ditanam yakni terumbu karang jahe, terumbu karang polip dan terumbu karang tanduk menjangan. Media tanam berdiameter sekitar 4 meter telah disiapkan.
Sejumlah warga melakukan penanaman dan perawatan terumbu karang. Hal itu tetap dilakukan meski keberadaan terumbu karang terancam rencana proyek terminal gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), Minggu, 3/7/2022.
Upaya penanaman terumbu karang sebenarnya sudah dilakukan sejak 1997 dan terus berlanjut hingga sekarang. Upaya melakukan perawatan dan penanaman terumbu karang sempat gagal akibat proyek reklamasi di Pulau Serangan. Pada waktu itu banyak terumbu karang mati akibat mendapatkan endapan debu reklamasi.

Sejumlah warga melakukan penanaman dan perawatan terumbu karang. Hal itu tetap dilakukan meski keberadaan terumbu karang terancam rencana proyek terminal gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), Minggu, 3/7/2022.
Komunitas tersebut berharap tidak ada lagi perusakan-perusakan dari areal-areal terumbu karang seperti akibat reklamasi Pulau Serangan beberapa tahun lalu. Terlebih ada rencana pembangunan terminal LNG di kawasan pesisir Desa Sidakarya yang akan melakukan pengerukan 3,3 juta kubik pasir laut seluas 5 hektare.
Aksi Warga Sanur Rawat Terumbu Karang di Tengah Ancaman Terminal LNG
Aksi Warga Sanur Rawat Terumbu Karang di Tengah Ancaman Terminal LNG
Aksi Warga Sanur Rawat Terumbu Karang di Tengah Ancaman Terminal LNG
Aksi Warga Sanur Rawat Terumbu Karang di Tengah Ancaman Terminal LNG
Aksi Warga Sanur Rawat Terumbu Karang di Tengah Ancaman Terminal LNG

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT