Asal Usul Wayang Kulit yang Sempat Disebut Adidas dari Malaysia

ADVERTISEMENT

Foto

Asal Usul Wayang Kulit yang Sempat Disebut Adidas dari Malaysia

dok. detikcom - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 12:20 WIB

Jakarta - Adidas meminta maaf usai salah menyebut wayang kulit, yang menjadi desain di salah satu produknya berasal dari Malaysia. Nah, berikut asal usul wayang kulit.

Perajin wayang kulit Imogiri
Mengutip jurnal Sejarah Perkembangan dan Perubahan Fungsi Wayang dalam Masyarakat oleh Fatkur Rohman Nur Awalin di situs Kemendikbud, wayang sudah ada sejak 1500 sebelum masehi.  Rifkianto Nugroho/detikcom
Wayang kulit
Wayang di zaman tersebut difungsikan sebagai medium untuk mendatangkan arwah leluhur. Kepercayaan terhadap arwah leluhur berhubungan dengan sistem kepercayaan masyarakat Jawa zaman prasejarah, di mana masyarakat pada zaman itu melakukan ritual penyembahan kepada arwah leluhur atau nenek-moyang atau kepercayaan kepada hyang, selanjutnya dinamakan pergelaran wayang. Rifkianto Nugroho/detikcom
Pertunjukan Wayang Kulit. File/detikFoto.

Wayang sebagai media pemujaan kepada arwah leluhur, dengan sebutan hyang atau dahyang. Apabila berkomunikasi dengan roh-roh itu masyarakat Jawa memerlukan bantuan seorang syaman. Proses ini merupakan cikal bakal dari sejarah wayang yang berasal dari kata hyang, kemudian disebut wayang dan syaman adalah dalang. Agung Pambudhy/detikcom

Ristianto (42) pengrajin wayang kulit, sedang menyelesaikan proses pengecetan wayang kulit pesanan pembeli di pusat pengrajin wayanh kulit, desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Jumat (4/9/2020). Proses pembuatan satu buah wayang kulit memakan waktu hingga 2-3 minggu tergantung pada ukuran. Wayang kulit dijual dengan harga bervariasi mulai dari 100 ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Kemudian masuknya kebudayaan Hindu ke Jawa mempengaruhi kisah pewayangan yang disampaikan dalang. Pertunjukan wayang yang semula menceritakan mitos nenek moyang berganti ke epos Mahabharata dan Ramayana karena ada kesamaan, yaitu memuja dewa-dewa. Orang Jawa mengadopsi dewa dan pahlawan India dan mencampurnya dengan mitos kuno tentang asal-usul dan kepahlawanan nenek moyang, maka terjadi akulturasi Hindu ke Jawa dan proses Jawanisasi budaya Hindu. Pius Erlangga/detikcom

Ristianto (42) pengrajin wayang kulit, sedang menyelesaikan proses pengecetan wayang kulit pesanan pembeli di pusat pengrajin wayanh kulit, desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Jumat (4/9/2020). Proses pembuatan satu buah wayang kulit memakan waktu hingga 2-3 minggu tergantung pada ukuran. Wayang kulit dijual dengan harga bervariasi mulai dari 100 ribu rupiah hingga jutaan rupiah.
Wayang kulit sendiri diketahui keberadaannya dari dulu berkat temuan-temuan pada prasasti-prasasti. Wayang dari bentuknya yang sederhana kemudian menjadi bentuk yang sekarang ini telah mengalami perkembangan menyesuaikan zamannya dan adanya evolusi. Pius Erlangga/detikcom
Asal Usul Wayang Kulit yang Sempat Disebut Adidas dari Malaysia
Asal Usul Wayang Kulit yang Sempat Disebut Adidas dari Malaysia
Asal Usul Wayang Kulit yang Sempat Disebut Adidas dari Malaysia
Asal Usul Wayang Kulit yang Sempat Disebut Adidas dari Malaysia
Asal Usul Wayang Kulit yang Sempat Disebut Adidas dari Malaysia

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT