Foto

Petani Tembakau Lereng Merapi-Merbabu Turun Gunung Mengejar Matahari

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 13:09 WIB

Boyolali - Cuaca mendung dan hujan beberapa hari ini, membuat petani tembakau di lereng Merapi-Merbabu turun gunung. Hal itu dilakukan demi untuk mencari sinar matahari.

Cuaca mendung dan hujan selama dua hari ini, membuat petani tembakau di lereng Merapi-Merbabu harus turun gunung. Hal itu dilakukan demi untuk mendapatkan sinar matahari.
Para petani tembakau rajangan dari wilayah Kecamatan Musuk, Cepogo, Selo terpaksa harus membawa turun tembakau rajangan untuk mencari sinar matahari. Pasalnya, di wilayahnya sinar matahari kurang terik dan bahkan dalam tiga hari ini cuaca mendung dan turun hujan.  
Cuaca mendung dan hujan selama dua hari ini, membuat petani tembakau di lereng Merapi-Merbabu harus turun gunung. Hal itu dilakukan demi untuk mendapatkan sinar matahari.
Para petani dari lereng Gunung Merapi-Merbabu itu mencari tanah lapang di wilayah bawah. Sasarannya adalah wilayah Kabupaten Boyolali bagian bawah, antara lain seputar Komplek Kantore Terpadu Pemkab Boyolali hingga lapangan Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono.
Cuaca mendung dan hujan selama dua hari ini, membuat petani tembakau di lereng Merapi-Merbabu harus turun gunung. Hal itu dilakukan demi untuk mendapatkan sinar matahari.
Para petani turun gunung untuk mengeringkan tembakau rajangan miliknya. Salah satu lokasi untuk mengeringkan tembakai adalah lapangan sepakbola.
Cuaca mendung dan hujan selama dua hari ini, membuat petani tembakau di lereng Merapi-Merbabu harus turun gunung. Hal itu dilakukan demi untuk mendapatkan sinar matahari.
Sinar matahari yang panas diperlukan agar tembakau rajangan tersebut bisa kering dalam satu hari. Jika tidak, maka kualitas tembakau kurang bagus dan harganya juga rendah.
Cuaca mendung dan hujan selama dua hari ini, membuat petani tembakau di lereng Merapi-Merbabu harus turun gunung. Hal itu dilakukan demi untuk mendapatkan sinar matahari.
Tembakau rajangan itu sudah dijereng di widik atau anyaman bambu, sehingga sampai lokasi yang dituju tinggal menjemur saja.
Cuaca mendung dan hujan selama dua hari ini, membuat petani tembakau di lereng Merapi-Merbabu harus turun gunung. Hal itu dilakukan demi untuk mendapatkan sinar matahari.
Menurut petani, harga tembakau rajangan saat ini kurang bagus. Saat ini harganya hanya sekitar Rp 40.000/kg.
Cuaca mendung dan hujan selama dua hari ini, membuat petani tembakau di lereng Merapi-Merbabu harus turun gunung. Hal itu dilakukan demi untuk mendapatkan sinar matahari.
Sumarjo dan Yadi, petani tembakau dari Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, menurunkan tembakau dari mobil pikap untuk dijemur di tanah lapang, komplek kantor terpadu Pemkab Boyolali.
Cuaca mendung dan hujan selama dua hari ini, membuat petani tembakau di lereng Merapi-Merbabu harus turun gunung. Hal itu dilakukan demi untuk mendapatkan sinar matahari.
Tembakau rajangan itu harus kering dalam satu hari untuk mendapatkan kualitas yang bagus.
Petani Tembakau Lereng Merapi-Merbabu Turun Gunung Mengejar Matahari
Petani Tembakau Lereng Merapi-Merbabu Turun Gunung Mengejar Matahari
Petani Tembakau Lereng Merapi-Merbabu Turun Gunung Mengejar Matahari
Petani Tembakau Lereng Merapi-Merbabu Turun Gunung Mengejar Matahari
Petani Tembakau Lereng Merapi-Merbabu Turun Gunung Mengejar Matahari
Petani Tembakau Lereng Merapi-Merbabu Turun Gunung Mengejar Matahari
Petani Tembakau Lereng Merapi-Merbabu Turun Gunung Mengejar Matahari
Petani Tembakau Lereng Merapi-Merbabu Turun Gunung Mengejar Matahari