Foto

Curhat Sopir Angkot di Surabaya soal Kebijakan PPKM

Deny Prastyo - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 19:00 WIB

Surabaya - Kebijakan PPKM di tengah pandemi COVID-19 berdampak pada sektor transportasi. Salah satu di Surabaya, para sopir angkot pun mengakui pendapatan menurun drastis.

Kebijakan PPKM di tengah pandemi COVID-19 berdampak pada sektor transportasi. Salah satu di Surabaya, para sopir angkot pun mengakui pendapatan menurun drastis.
Dari pantauan detikcom, di Terminal Intermoda Joyoboyo. Beberapa angkot dari berbagai jurusan harus bersabar untuk mendapatkan penumpang. Para sopir angkot pun harus rela menunggu berjam-jam. 
Kebijakan PPKM di tengah pandemi COVID-19 berdampak pada sektor transportasi. Salah satu di Surabaya, para sopir angkot pun mengakui pendapatan menurun drastis.
Seperti yang dirasakan oleh Aziz (41) sopir angkot jurusan Joyoboyo-Lakarsantri-Menganti ini, harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan penumpang. Sekitar tujuh  penumpang sudah masuk, perjalanan pun dimulai. 
Kebijakan PPKM di tengah pandemi COVID-19 berdampak pada sektor transportasi. Salah satu di Surabaya, para sopir angkot pun mengakui pendapatan menurun drastis.
Dari tujuh penumpang yang diangkut oleh Aziz. Ia mendapatkan uang tidak sampai Rp 50 ribu. Tarifnya sendiri untuk tujuan Menganti, Gresik  sekitar Rp 10 ribu. Sedangkan penumpang yang turun di Lakarsantri, Surabaya hanya Rp 5 ribu. 
Kebijakan PPKM di tengah pandemi COVID-19 berdampak pada sektor transportasi. Salah satu di Surabaya, para sopir angkot pun mengakui pendapatan menurun drastis.
Aziz yang baru delapan tahun terakhir menjadi sopir angkot tersebut. Sebelum adanya pandemi COVID-19 dan kebijakan PSBB kemudian lanjut PPKM. Dalam satu hari bisa narik angkot pulang-pergi (PP) sebanyak tiga kali. Dengan penghasilan bersih sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.
Kebijakan PPKM di tengah pandemi COVID-19 berdampak pada sektor transportasi. Salah satu di Surabaya, para sopir angkot pun mengakui pendapatan menurun drastis.
Selama pandemi ini, Aziz mengakui jika selama ini setoran penghasilan angkot ke juragan banyak yang gantungan. 
Kebijakan PPKM di tengah pandemi COVID-19 berdampak pada sektor transportasi. Salah satu di Surabaya, para sopir angkot pun mengakui pendapatan menurun drastis.
Meski pemilik angkot atau juragan, bisa memahami kondisi saat ini. Aziz tetap berkomitmen untuk memberikan setoran selama  narik angkot. 
Kebijakan PPKM di tengah pandemi COVID-19 berdampak pada sektor transportasi. Salah satu di Surabaya, para sopir angkot pun mengakui pendapatan menurun drastis.
Mereka berharap, pembatasan di dekat Polda Jatim di Jalan Ahmad Yani segera dibuka kembali. Menurutnya biar tidak membuat bingung saat narik angkot. 
Curhat Sopir Angkot di Surabaya soal Kebijakan PPKM
Curhat Sopir Angkot di Surabaya soal Kebijakan PPKM
Curhat Sopir Angkot di Surabaya soal Kebijakan PPKM
Curhat Sopir Angkot di Surabaya soal Kebijakan PPKM
Curhat Sopir Angkot di Surabaya soal Kebijakan PPKM
Curhat Sopir Angkot di Surabaya soal Kebijakan PPKM
Curhat Sopir Angkot di Surabaya soal Kebijakan PPKM