Foto

Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO

Dok. Detikcom - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 07:17 WIB

Jakarta - Beragam peristiwa terjadi di dalam dan luar negeri selama sepekan terakhir. Berikut sejumlah berita foto populer pekan ini yang dirangkum tim detikcom.

Kasus penyebaran virus Corona di Kabupaten Kudus meledak usai Lebaran. Akibatnya, sebanyak 42 desa di kabupaten tersebut kini masuk zona merah COVID-19.

Kudus tengah menjadi sorotan masyarakat Indonesia usai kasus COVID-19 di daerah tersebut melonjak pascalebaran. Terdapat ribuan kasus aktif terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kudus. Akibatnya, Kabupaten Kudus pun masuk dalam zona merah penyebaran virus corona. Guna mengantisipasi makin meluasnya penyebaran COVID-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus resmi melarang hajatan warga yang menimbulkan kerumunan, bila nekat akan dibubarkan. ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO.

Kasus COVID-19 melonjak di Kudus, Jawa Tengah. Akibatnya, sejumlah pasien harus antre di rumah sakit untuk dapat masuk IGD RSUD Dr. Loekmono Hadi.

Melonjaknya kasus COVID-19 di Kudus juga turut berdampak pada para tenaga kesehatan di sana. Ratusan tenaga kesehatan pun dilaporkan terinfeksi virus Corona akibatnya sejumlah rumah sakit membutuhkan bantuan personel karena kekurangan nakes. Sejumlah pasien COVID-19 di Kabupaten Kudus pun kemudian dirujuk ke Kota Semarang agar bisa ditangani. Setidaknya tercatat ada puluhan pasien dari Kudus yang kini ditangani di RS KRMT Wongsonegoro Semarang dan tempat isolasi di Rumah Dinas Wali Kota. ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO.

Malaysia mulai melakukan lockdown total per tanggal 1 Juni 2021. Lockdown dilakukan usai kasus COVID-19 di negara tersebut terus mencetak rekor.

Lonjakan kasus COVID-19 juga turut terjadi di negeri tetangga, Malaysia. Kondisi itu membuat negara tersebut melakukan lockdown selama 14 hari sejak 1 Juni 2021 lalu. Kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa keputusan lockdown nasional Malaysia mengacu pada lonjakan kasus COVID-19 yang tembus angka 8.000 dengan lebih dari 70.000 kasus aktif pada Jumat lalu (28/05/2021). AP Photo/Vincent Thian.

Malaysia mulai melakukan lockdown total per tanggal 1 Juni 2021. Lockdown dilakukan usai kasus COVID-19 di negara tersebut terus mencetak rekor.

Meskipun menerapkan lockdown total, mengutip dari Reuters, beberapa sektor diperbolehkan tetap berjalan. Sektor produksi alat pelindung diri, listrik, elektronik, minyak dan gas, serta produk kimia diperbolehkan tetap beroperasi hanya dengan 60 persen tenaga kerja. Selain sektor-sektor tersebut, dalam jumpa persnya, Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Yaakob juga menyatakan bahwa sektor makanan dan minuman, penerbangan, pengemasan dan percetakan, perawatan medis, serta perawatan pribadi dan perlengkapan kebersihan tetap diperbolehkan beroperasi. AP Photo/Vincent Thian.

Vaksin COVID-19 kembali didistribusikan untuk vaksinasi tenaga kesehatan di berbagai wilayah RI. Kali ini vaksin itu ditujukan untuk 900 ribu tenaga kesehatan.

Masih terkait virus Corona, belum lama ini WHO memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) pada vaksin Corona Sinovac. Diberikannya sertifikat ini membuktikan bahwa vaksin Sinovac terbukti telah memenuhi standar serta aman untuk digunakan. Grandyos Zafna/Detikcom.

Vaksin COVID-19 kembali didistribusikan untuk vaksinasi tenaga kesehatan di berbagai wilayah RI. Kali ini vaksin itu ditujukan untuk 900 ribu tenaga kesehatan.

Vaksin Sinovac mendapatkan izin EUL pada Selasa (1/6/2021) lalu. Vaksin Sinovac menjadi vaksin berusat China kedua yang mendapatkan EUL, setelah Sinopharm. Selain mendapat EUL dari WHO, vaksin Sinovac sudah lebih dulu mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu pada 11 Januari 2021 lalu. Adanya izin dari EUL itu bisa membuka jalan untuk sejumlah negara memberikan persetujuan impor vaksin Corona dan mendistribusikannya. Ini juga mendukung agar vaksin Sinovac ini bisa masuk ke dalam skema COVAX. Grandyos Zafna/Detikcom.

MECCA, SAUDI ARABIA , OCTOBER 22, 2020 - Pilgrims circle the Kaaba in Masjid al-Haram - umrah Fewer Muslims people Socially Distanced corona virus wearing face mask

Sementara itu, pandemi COVID-19 yang masih melanda dunia termasuk Indonesia membuat pemerintah RI memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021 M demi keselamatan jemaah. Selain itu, diketahui Arab Saudi tidak memasukkan Indonesia dalam negara yang boleh masuk negara mereka. Ke-11 negara yang diizinkan masuk Arab Saudi adalah Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Portugal, Swedia, Swiss, Uni Emirat Arab. Getty Images/Ayman Zaid.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan pengumuman tentang nasib ibadah haji di Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Hadir dalam pengumuman soal haji 2021 tersebut pimpinan Komisi VIII DPR, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Sekjen Majelis Ulama Indonesia, dan Kepala BPKH.

Meski tak memberangkatkan haji, pemerintah menjamin dana jemaah haji 2021 yang sudah disetorkan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan dipastikan aman. Dana itu diinvestasikan di bank syariah. BPKH menyebut jemaah bisa mencairkan dana setoran haji itu jika tidak bisa berangkat, misalnya meninggal dunia atau atas kemauan sendiri. Tapi, bisa juga tetap disimpan sampai ada kesempatan untuk berhaji. Rifkianto Nugroho/Detikcom.

Dadang Sumarna alias Dadang 'Buaya' diamankan pihak kepolisian. Preman Garut itu ditangkap usai ngamuk di kantor Koramil dan Polsek beberapa waktu lalu.

Selain terkait pandemi COVID-19, sosok Dadang 'Buaya' juga turut menyita atensi publik Tanah Air. Preman Garut tersebut harus berurusan dengan hukum karena bikin onar ngamuk-ngamuk di kantor Koramil dan Polsek. Hakim Ghani/Detikcom.

Dadang Sumarna alias Dadang 'Buaya' diamankan pihak kepolisian. Preman Garut itu ditangkap usai ngamuk di kantor Koramil dan Polsek beberapa waktu lalu.

Aksi onar yang dilakukan Dadang 'Buaya' ini berlangsung Jumat (28/5) pagi. Aksi penyerangan yang dilakukan Dadang dipicu permasalahan jalanan antara Dadang dengan seorang warga lokal bernama Jaka. Hakim Ghani/Detikcom.

This handout photo from the Royal Malaysian Air Force taken on May 31, 2021 and released on June 1, 2021 shows a Chinese People's Liberation Army Air Force (PLAAF) Ilyushin Il-76 aircraft that Malaysian authorities said was in the airspace over Malaysia's maritime zone near the coast of Sarawak state on Borneo island. (Royal Malaysian Air Force via AP)

Hubungan China-Malaysia diketahui tengah panas usai 16 jet tempur Tiongkok masuk wilayah udara Negeri Jiran di daerah sengketa Laut China Selatan, Senin (31/5) lalu. Angkatan Udara Malaysia pun mengerahkan jet-jet tempurnya untuk mencegat pesawat-pesawat militer China yang terdeteksi menuju wilayah udara nasionalnya dan mengancam kedaulatan negara. Royal Malaysian Air Force via AP.

This handout photo from the Royal Malaysian Air Force taken on May 31, 2021 and released on June 1, 2021 shows a Chinese People's Liberation Army Air Force (PLAAF) Ilyushin Il-76 aircraft that Malaysian authorities said was in the airspace over Malaysia's maritime zone near the coast of Sarawak state on Borneo island. (Royal Malaysian Air Force via AP)

Dilansir Channel News Asia, Rabu (2/6/2021), dalam sebuah pernyataan, Angkatan Udara Kerajaan Malaysia atau Royal Malaysian Air Force (RMAF) mengatakan telah mengidentifikasi 16 pesawat Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) yang melakukan penerbangan mencurigakan di ruang udara zona maritim Malaysia, Kota Kinabalu Flight Information Region (FIR) dan mendekati wilayah udara nasional Malaysia pada Senin (31/5). Pesawat-pesawat itu diidentifikasi oleh radar pertahanan RMAF di Sarawak pada pukul 11.53 pagi waktu setempat. Dikatakan bahwa pesawat-pesawat militer China itu mendekati wilayah udara Malaysia dengan "formasi taktis" dan terbang dalam jarak sekitar 60 mil laut dari pantai. Royal Malaysian Air Force via AP.

Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Foto Populer Sepekan: Kudus Dihantam Corona-Vaksin Sinovac Disetujui WHO