Foto

Potret Jam Bancet di Masjid Bantul Sebagai Penanda Salat

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 21:00 WIB

Bantul - Jam matahari atau dalam bahasa Jawa disebut jam bancet sebagai patokan menentukan waktu salat masih digubakan lho di Masjid Sabilurrosya'ad Bantul.

Jam matahari atau dalam bahasa Jawa disebut jam bancet sebagai patokan menentukan waktu salat masih digubakan lho di Masjid Sabilurrosya'ad Bantul.
Pantauan detikcom, jam bancet ini berbentuk persegi dengan cekungan di bagian atas. Cekungan tersebut terbuat dari bahan tembaga dan ada sebuah paku yang tertancap di tengah-tengah cekungan tersebut.
Jam matahari atau dalam bahasa Jawa disebut jam bancet sebagai patokan menentukan waktu salat masih digubakan lho di Masjid Sabilurrosya'ad Bantul.
Pada cekungan itu juga terdapat angka 5,4,3,2,1 pada sisi kiri dan angka 7,8,9,10,11 pada sisi kanan. Di mana pada bagian tengah terdapat angka 12. Ketika terkena sinar matahari, bayangan paku tersebut mengarah ke angka tersebut, seperti jika menunjuk angka 12 berarti masuk waktu salat zuhur.
Jam matahari atau dalam bahasa Jawa disebut jam bancet sebagai patokan menentukan waktu salat masih digubakan lho di Masjid Sabilurrosya'ad Bantul.
Ketua Takmir Masjid Sabilurrosya'ad, Haryadi, mengatakan bahwa keberadaan jam bancet tersebut sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Sedangkan pemasangannya secara permanen baru dilakukan tahun 1950.
Jam matahari atau dalam bahasa Jawa disebut jam bancet sebagai patokan menentukan waktu salat masih digubakan lho di Masjid Sabilurrosya'ad Bantul.
Menyoal sejarah mendapatkan jam tersebut, Haryadi menyebut jika dari cerita para pendahulu ada santri setempat yang kerap mengaji di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. Suatu ketika, usai mengikuti pengajian mereka membawa pulang jam bancet tersebut.
Jam matahari atau dalam bahasa Jawa disebut jam bancet sebagai patokan menentukan waktu salat masih digubakan lho di Masjid Sabilurrosya'ad Bantul.
Hingga saat ini jam bancet masih dipergunakan untuk mencocokkan waktu salat. Namun pencocokan waktu salat melalui jam tersebut tidak mencapai 5 waktu.
Jam matahari atau dalam bahasa Jawa disebut jam bancet sebagai patokan menentukan waktu salat masih digubakan lho di Masjid Sabilurrosya'ad Bantul.
Begitu pula dengan waktu asar, bayangan dari paku akan menunjukkan ke arah angka 3. Angka tiga itu adalah waktu salat Asar, namun jika dicocokkan dengan waktu WIB tidak akan tepat menujukkan pukul 15.00 WIB.
Potret Jam Bancet di Masjid Bantul Sebagai Penanda Salat
Potret Jam Bancet di Masjid Bantul Sebagai Penanda Salat
Potret Jam Bancet di Masjid Bantul Sebagai Penanda Salat
Potret Jam Bancet di Masjid Bantul Sebagai Penanda Salat
Potret Jam Bancet di Masjid Bantul Sebagai Penanda Salat
Potret Jam Bancet di Masjid Bantul Sebagai Penanda Salat