Foto

COVID-19 di Negara Konflik Picu Malnutrisi Anak-anak

Dok. UNICEF - detikNews
Sabtu, 02 Jan 2021 16:00 WIB

Jakarta - Bagi negara-negara yang terguncang akibar konflik, pandemi Corona semakin memperburuk keadaan. Di saat kritis, anak-anak adalah yang paling menderita.

Bagi negara-negara yang terguncang akibar konflik, pandemi Corona semakin memperburuk keadaan. Di saat kritis, anak-anak adalah yang paling menderita.
Pandemi COVID-19 semakin memperdalam kerawanan pangan akut di negara-negara konflik. Menyebabkan jutaan anak berisiko kelaparan.
Bagi negara-negara yang terguncang akibar konflik, pandemi Corona semakin memperburuk keadaan. Di saat kritis, anak-anak adalah yang paling menderita.
Di saat kritis, anak-anak adalah yang paling rentan dan paling menderita. COVID-19 semakin memperburuk kemiskinan dan ketimpangan di negara konflik. Hal itu semakin menambah tekanan besar pada sistem sosial dan kesehatan yang sudah kewalahan.
Bagi negara-negara yang terguncang akibar konflik, pandemi Corona semakin memperburuk keadaan. Di saat kritis, anak-anak adalah yang paling menderita.
Hasilnya, lebih banyak keluarga tanpa tempat tinggal yang otomatis tidak dapat memenuhi kebutuhan paling mendasar yakni makanan dan air. Lebih jauh, akan banyak sekali anak-anak yang mungkin mengalami kekurangan gizi parah.
Bagi negara-negara yang terguncang akibar konflik, pandemi Corona semakin memperburuk keadaan. Di saat kritis, anak-anak adalah yang paling menderita.
Bagi negara yang terguncang akibat konflik, pandemi COVID-19 telah mengubah krisis nutrisi menjadi bencana yang ada di depan mata.
Bagi negara-negara yang terguncang akibar konflik, pandemi Corona semakin memperburuk keadaan. Di saat kritis, anak-anak adalah yang paling menderita.
Sebanyak 10,4 juta anak-anak menderita malnutrisi akut di beberapa negara konflik seperti, Republik Kongo, Nigeria, Sudan dan Yaman.
Bagi negara-negara yang terguncang akibar konflik, pandemi Corona semakin memperburuk keadaan. Di saat kritis, anak-anak adalah yang paling menderita.
Kongo misalnya, konflik senjata yang terus terjadi ditambah pandemi Corona membuat negara ini semakin krisis. Kemiskinan, kekurangan gizi, wabah epidemi terpasuk pandemi COVID-19 akan membuat 3,3 juta balita menderita malnutrisi.
Bagi negara-negara yang terguncang akibar konflik, pandemi Corona semakin memperburuk keadaan. Di saat kritis, anak-anak adalah yang paling menderita.
Sama dengan Kongo, Yaman hingga kini masih menjadi negara dengan krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Konflik senjata yang berlarut, ekonomi yang runtuh serta layanan nasional yang lumpuh akan membuat 358 ribu dari 12,4 juta anak-anak bakal mengalami kekurangan gizi.
Bagi negara-negara yang terguncang akibar konflik, pandemi Corona semakin memperburuk keadaan. Di saat kritis, anak-anak adalah yang paling menderita.
Krisis kemanusiaan juga masih terjadi di Sudan diantaranya kekerasan antar-komunal, konflik bersenjata, pengangguran dan banjir yang terus terjadi. Konflik menahun berimbas pengungsian semakin meningkatkan kerawanan pangan, gizi, akses air bersih dan sanitasi. Diperkirakan 1,4 juta anak akan menderita malnutrisi pada 2021 ini.
COVID-19 di Negara Konflik Picu Malnutrisi Anak-anak
COVID-19 di Negara Konflik Picu Malnutrisi Anak-anak
COVID-19 di Negara Konflik Picu Malnutrisi Anak-anak
COVID-19 di Negara Konflik Picu Malnutrisi Anak-anak
COVID-19 di Negara Konflik Picu Malnutrisi Anak-anak
COVID-19 di Negara Konflik Picu Malnutrisi Anak-anak
COVID-19 di Negara Konflik Picu Malnutrisi Anak-anak
COVID-19 di Negara Konflik Picu Malnutrisi Anak-anak