Foto

Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 08:46 WIB

Sumatera Barat - Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Restu Ayu (29) berpose di rumahnya, di Jorong Dalam Koto, Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat.

Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Fitri Yenti (45) berpose di rumahnya, di Jorong Batu Lipai, Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Mereka adalah orang-orang yang memiliki sindrom Waardenburg, sindrom langka yang menyebabkan gangguan pendengaran, perubahan warna mata, kulit, rambut, dan bentuk wajah.

Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Erma Wanita (60) berpose di Jorong Batu Lipai, Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Orang dengan kondisi ini biasanya memiliki iris mata berwarna biru atau berbeda warna (Heterokromia iridium), seperti satu biru dan satu hitam atau coklat. Nama sindrom ini diambil dari nama D.J. Waardenburg, dokter mata asal Belanda yang pertama kali mengidentifikasinnya pada tahun 1951.

Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Surya Lestari (25) berpose di rumahnya, di Jorong Bukit Gombak, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dokter Alana Biggers, lulusan Universitas Illinois Chicago, Amerika Serikat mengatakan, Sindrom Waardenburg adalah kondisi genetik langka, yang hanya diderita oleh 1 dari 40.000 orang di dunia. Orang dengan sindrom ini biasanya mengalami gangguan pendengaran di salah satu maupun di kedua telinganya. Selain itu mereka juga tidak mampu melihat cahaya yang sangat terang, tapi bisa melihat benda meskipun dalam kondisi gelap.

Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Seperti yang dialami dua anak laki-laki di Jorong Kubang Rasau, Nagari Balai Panjang, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat. Fahri (9) dan Gofar (4), keduanya memiliki warna iris mata biru, dan sebelahnya berwarna cokelat. Mata biru mereka indah seperti berlian, tapi mereka mengalami gangguan pendengaran sejak lahir.

Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Orangtua Fahri dan Gofar, Yulia Eliza (29), yang memiliki iris mata berwarna cokelat terang itu mengaku kondisi ekonomi keluarganya serba kekurangan sehingga tidak mampu untuk membeli alat pendengaran untuk anaknya.

Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Yulia mengaku, dokter pernah menyarankan kepadanya agar diberi alat pendengaran seharga Rp24 juta/ unit atau dioperasi dengan biaya Rp500 juta untuk kedua anaknya. Namun akhirnya Yulia hanya bisa pasrah menolak kedua tawaran tersebut, karena dirinya tidak memiliki uang yang cukup untuk keperluan itu.

Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Hal serupa dialami oleh Dani (6,5) dan adiknya, Alika (2,5), warga Jorong Padang Data, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Mereka berdua memiliki mata biru tapi mengalami gangguan pendengaran sejak lahir.

Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Orangtua dari kedua anak tersebut, Jainal (33) mengaku, menerima saran dokter agar menyekolahkan Dani setahun lagi di SLB. Setelah itu, baru ditinjau kembali apakah sudah bisa menggunakan alat dengar atau belum.

Suku Minangkabau memiliki sejumlah warga bermata biru yang sangat jarang dimiliki orang lain di Indonesia. Mata biru ini mereka dapat dari keturunan keluarga.

Memiliki iris mata berlainan warna, juga dialami seorang pelajar bernama Armila Putri (14), yang tinggal di Jorong Batu Lipai, Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar. Meskipun memiliki mata berlainan warna, tidak ada gangguan pendengaran yang dialami Armila, semuanya normal. Armila memiliki iris mata sebelah kiri berwarna biru, dan sebelahnya lagi hitam, membuat dirinya diolok-olok sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Hanindya Putri Dinanti (2) berpose di rumahnya, di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/10/2020). Hanindya memiliki iris mata biru pucat di bagian kiri dan sebagian kecil biru di bagian kanan, namun mengalami gangguan pendengaran sejak lahir dan kini menggunakan alat bantu pendengaran.

Kebanggaan tersebut juga dirasakan oleh keluarga Tuti Fariani (58), yang generasinya memiliki mata biru hingga cucunya. Tuti yang berprofesi sebagai guru itu, memiliki anak-anak yang salah satunya bermata biru, yakni Muthia Eriani (30).

Hanindya Putri Dinanti (2) berpose di rumahnya, di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/10/2020). Hanindya memiliki iris mata biru pucat di bagian kiri dan sebagian kecil biru di bagian kanan, namun mengalami gangguan pendengaran sejak lahir dan kini menggunakan alat bantu pendengaran.

Muthia memiliki sepasang anak, yang juga bermata biru, yakni Amira (5) dan Gibran (2,5).

Hanindya Putri Dinanti (2) berpose di rumahnya, di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/10/2020). Hanindya memiliki iris mata biru pucat di bagian kiri dan sebagian kecil biru di bagian kanan, namun mengalami gangguan pendengaran sejak lahir dan kini menggunakan alat bantu pendengaran.

Tinggal di Nagari Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Tuti bangga dengan keluarganya yang dikenal sebagai keluarga mata biru di daerah itu.

Hanindya Putri Dinanti (2) berpose di rumahnya, di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/10/2020). Hanindya memiliki iris mata biru pucat di bagian kiri dan sebagian kecil biru di bagian kanan, namun mengalami gangguan pendengaran sejak lahir dan kini menggunakan alat bantu pendengaran.

Hanindya Putri Dinanti (2) berpose di rumahnya, di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Kebanggaan tersebut kian menular ke sejumlah orang-orang Minangkabau yang bermata biru dan keturunannya yang merantau ke sejumlah daerah di Indonesia.

Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau
Mereka yang Bermata Biru Dari Minangkabau