Foto

Anak Guru Ngaji di Sukabumi Ini Rela Menabung Demi Tangan Palsu

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 11:36 WIB

Sukabumi - Tangan kiri Meysa Widiya putus, setelah sebelumnya patah karena jatuh pada Agustus 2020. Putri guru ngaji itu pun rela menabung demi mendapatkan tangan palsu.

Senyum Meysa Widiya mengembang saat melihat kedatangan awak media di kediamannya, Kampung Rancaseel, RT 18 RW 9 Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Gadis berusia 7 tahun itu rela menabung demi mendapatkan tangan palsu. Tangan kiri gadis itu putus, setelah sebelumnya patah karena terjatuh pada pertengahan bulan Agustus 2020 lalu. Darin (40) sang ayah hanya seorang guru ngaji, sedikit rejeki yang ia peroleh hanya cukup untuk membayar listrik dan makan sehari-hari istri dan tiga anaknya termasuk Meymey, panggilan akrab Meysa.
Meysa Widiya menunjukkan tangannya saat ditemui di kediamannya, Kampung Rancaseel, RT 18 RW 9 Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (14/11/2020).
Senyum Meysa Widiya mengembang saat melihat kedatangan awak media di kediamannya, Kampung Rancaseel, RT 18 RW 9 Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Gadis berusia 7 tahun itu rela menabung demi mendapatkan tangan palsu. Tangan kiri gadis itu putus, setelah sebelumnya patah karena terjatuh pada pertengahan bulan Agustus 2020 lalu. Darin (40) sang ayah hanya seorang guru ngaji, sedikit rejeki yang ia peroleh hanya cukup untuk membayar listrik dan makan sehari-hari istri dan tiga anaknya termasuk Meymey, panggilan akrab Meysa.
Meysa Widiya saat ini berstatus pelajar kelas 1 di SDN Ciwangi, kepada wartawan ia malu-malu menceritakan harapannya membeli tangan palsu. 
Senyum Meysa Widiya mengembang saat melihat kedatangan awak media di kediamannya, Kampung Rancaseel, RT 18 RW 9 Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Gadis berusia 7 tahun itu rela menabung demi mendapatkan tangan palsu. Tangan kiri gadis itu putus, setelah sebelumnya patah karena terjatuh pada pertengahan bulan Agustus 2020 lalu. Darin (40) sang ayah hanya seorang guru ngaji, sedikit rejeki yang ia peroleh hanya cukup untuk membayar listrik dan makan sehari-hari istri dan tiga anaknya termasuk Meymey, panggilan akrab Meysa.
Darin (40) sang ayah hanya seorang guru ngaji, sedikit rezeki yang ia peroleh hanya cukup untuk membayar listrik dan makan sehari-hari istri dan tiga anaknya termasuk Meymey, panggilan akrab Meysa.
Senyum Meysa Widiya mengembang saat melihat kedatangan awak media di kediamannya, Kampung Rancaseel, RT 18 RW 9 Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Gadis berusia 7 tahun itu rela menabung demi mendapatkan tangan palsu. Tangan kiri gadis itu putus, setelah sebelumnya patah karena terjatuh pada pertengahan bulan Agustus 2020 lalu. Darin (40) sang ayah hanya seorang guru ngaji, sedikit rejeki yang ia peroleh hanya cukup untuk membayar listrik dan makan sehari-hari istri dan tiga anaknya termasuk Meymey, panggilan akrab Meysa.
Gadis berusia 7 tahun itu rela menabung demi mendapatkan tangan palsu.
Senyum Meysa Widiya mengembang saat melihat kedatangan awak media di kediamannya, Kampung Rancaseel, RT 18 RW 9 Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Gadis berusia 7 tahun itu rela menabung demi mendapatkan tangan palsu. Tangan kiri gadis itu putus, setelah sebelumnya patah karena terjatuh pada pertengahan bulan Agustus 2020 lalu. Darin (40) sang ayah hanya seorang guru ngaji, sedikit rejeki yang ia peroleh hanya cukup untuk membayar listrik dan makan sehari-hari istri dan tiga anaknya termasuk Meymey, panggilan akrab Meysa.
Saat ini Meysa Widiya menabung uang hasil jajan dari kedua orang tuanya, sebagai tambahan ada juga dermawan yang sengaja memberikan uang sebagai tambahannya menabung.
Anak Guru Ngaji di Sukabumi Ini Rela Menabung Demi Tangan Palsu
Anak Guru Ngaji di Sukabumi Ini Rela Menabung Demi Tangan Palsu
Anak Guru Ngaji di Sukabumi Ini Rela Menabung Demi Tangan Palsu
Anak Guru Ngaji di Sukabumi Ini Rela Menabung Demi Tangan Palsu
Anak Guru Ngaji di Sukabumi Ini Rela Menabung Demi Tangan Palsu