Foto

Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi

AP Photo/Brian Inganga - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 14:59 WIB

Nairobi - Sejak ditutupnya sekolah pada Maret, jumlah pekerja anak di Kenya meningkat. Mereka terpaksa atau dipaksa melakukan pekerjaan berat untuk membantu mencari uang.

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.   

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Menurut Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, gerakan pemberantasan pekerja anak-anak semakin sulit dilakuka. Jutaan anak mungkin dipaksa melakukan pekerjaan yang eksploitatif dan berbahaya, dan kondisi penutupan sekolah selama pandemi semakin memperburuk masalah.  

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Di Kenya, anak-anak ikut membantu orang tuanya bekerja mencari uang setelah orang tua mereka banyak kehilangan pekerjaannya.  

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Seperti Florence Mumbua dan ketiga anaknya yang usia 7, 10 dan 12 tahun. Mereka bekerja memecahkan bebatuan di sebuah tambang di tengah panas terik.  

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Pekerjaan itu melelahkan dan berbahaya, tetapi Mumbua (34) mengatakan dia tidak punya pilihan setelah dia kehilangan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di sekolah swasta.  

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Di wilayah Dandora, Mohamed Nassur (17) bersama anak-anak lainnya, mengobrak-abrik TPA terbesar di Kenya, mencari besi tua untuk dijual.  

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Ibu Nassur, Ann M Terbang (45), tidak melihat ada yang salah dengan putranya yang membantu kebutuhan sehari-hari keluarga.  

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Di lain tempat, para remaja putri terjebak dalam prostitusi. Sebagian besar dari mereka menjalankan prostitusi di tiga kawasan di Ibu Kota Nairobi. Bahkan ada di antara mereka masih berusia 11 tahun.  

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Gadis-gadis itu mengatakan risiko terinfeksi virus Corona atau HIV tidak terlalu membebani mereka di saat kelangsungan hidup adalah yang terpenting.  

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Mary Mugure, seorang aktivis yang menangani pekerja seks di Kenya, mengatakan sebanyak 1.000 siswi telah menjadi pekerja seks sejak penutupan sekolah pada Maret.  

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Phillista Onyango, yang memimpin Jaringan Afrika untuk Perlindungan dan Pencegahan Pelecehan dan Penelantaran Anak yang berbasis di Kenya, mengatakan dengan sekolah yang ditutup, para orang tua di lingkungan berpenghasilan rendah lebih memilih agar anak-anak bekerja daripada tinggal di rumah.  

Jumlah pekerja anak di Kenya dilaporkan meningkat selama pandemi COVID-19.

Para orang tua lebih memilih anak-anaknya ikut bekerja daripada tergelincir ke dalam penyalahgunaan narkoba dan kejahatan.  

Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi
Pekerja Anak di Kenya Meningkat, Dari Buruh Hingga Prostitusi