Foto

Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 06:46 WIB

Jakarta - Demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja terus berlanjut hingga Kamis (8/10) malam. Kericuhan pun terjadi dibeberapa titik wilayah di Indonesia. Pecah!

Aparat masih berupaya membubarkan massa demo penolak UU Cipta Karya yang ricuh di Harmoni, Jakarta Pusat (Jakpus).

Di lingkar Istana, tepatnya kawasan Harmoni, Jakarta, Massa aksi itu pecah menimbulkan kericuhan dan bentrok dengan aparat kepolisian hingga malam hari. Foto: Rifkianto Nugroho

Aparat masih berupaya membubarkan massa demo penolak UU Cipta Karya yang ricuh di Harmoni, Jakarta Pusat (Jakpus).

Semakin malam, massa yang berniat mencipta kerusuhan dan keonaran sehingga membuat resah masyarakat semakin banyak jumlahnya. Mereka melempari Petugas kepolisian yang berjaga pun dengan bom molotov. Alhasil, petugas pun dengan terpaksa menembakkan gas air mata ke arah massa. Foto: Rifkianto Nugroho

Massa mahasiswa berunjuk rasa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wihaha, Jakarta Pusat, terkait UU Cipta Kerja. Massa mahasiswa datang secara bergelombang.

Di kawasan Patung Kuda atau tepatnya akses Jl Medan Merdeka Barat, massa yang berjumlah ribuan telah berkumpul sejak siang dan mencoba untuk merangsek barikade dan kawat berduri agar bisa menuju Istana Negara. Foto: Agung Pambudhy

Polisi terus memukul mundur massa demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat.

Petugas kepolisian yang berjaga pun berusaha tetap bertahan dari serangan para pendemo yang sejak sora sudah mulai anarkis. Foto: Grandyos Zafna

Aksi unjuk rasa dikawasan patung kuda Jalan Merdeka Selatan berahir ricuh beberapa fasilitas umun sperti halte TransJakarta di rusak massa.

Halte Bus TransJakarta di depan Bank Indonesia pun tak luput dari sasaran massa yang mulai berlaku anarkis. Kacanya pecah dan kemudian halte tersebut di bakar oleh orang tak bertanggung jawab. Foto: Grandyos Zafna

Aksi unjuk rasa dikawasan patung kuda Jalan Merdeka Selatan berahir ricuh beberapa fasilitas umun sperti halte TransJakarta di rusak massa.

Tak hanya itu, kantor kementerian ESDM yang berada di seberangnya pun tak luput dari sasaran amuk massa. Sebuah bom molotov dilemparkan ke dalam dan menyebabkan sebuah kebakaran kecil di salah satu sisinya. Foto: Grandyos Zafna

Fasilitas umum menjadi sasaran amuk massa. Salah satunya halte TransJakarta HI dan Sarinah. Berikut foto-foto suasana terkininya.

Beberapa halte di sepanjang jalan Jenderal Sudirman Jakarta pun dibakkar massa. Foto: Grandyos Zafna

Halte TransJ Tosari Dibakar Massa

Salah satunya adalah Halte Tosari di depan Menara BCA. Foto: Ilman/detikcom

Selain pos polisi (pospol) di Bundaran Patung Kuda Wijaya, pospol di perempatan Harmoni dirusak pendemo hingga dibakar.

Tak hanya Halte, Beberapa pos polisi pun jadi amukan massa. Seperti di Halte Harmoni ini yang di bakar massa. Foto: Ari Saputra

Selain pos polisi (pospol) di Bundaran Patung Kuda Wijaya, pospol di perempatan Harmoni dirusak pendemo hingga dibakar.

Semakin sore, massa aksi semakin bertambah terus berbuat onar dengan merusak dan membakar fasilitas umum. Foto: Ari Saputra

Massa aksi yang melakukan demo menolak omnibus law meninggalkan jejak-jejak vandalisme di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Vandalisme pun tak luput dari bagian aksi massa menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10). Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Massa aksi yang melakukan demo menolak omnibus law meninggalkan jejak-jejak vandalisme di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Selain vandalisme, beberapa halte di Jakarta pun dirusak atau bahkan dibakar oleh massa yang tak bertanggung jawab. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Demo menolak Omnibus Law di Surabaya telah usai. Polisi menangkap 505 demonstran yang ricuh.

Tak hanya di Jakarta, di Surabaya aksi demonstrasi itu pun harus berakhir ricuh. Beberapa fasilitas pubilk pun turut di rusak. Foto: Faiq Azmi/detikcom

Massa melempari botol air mineral ke arah petugas Kepolisian yang berjaga di pintu masuk Gedung DPRD Provinsi Yogyakarta, Kamis (8/10/2020).

Demo tolak UU Cipta Kerja di Jogjakarta pun harus berakhir ricuh. Massa dan polisi saling melempar batu yang dibalas dengan gas air mata. Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom

Massa melempari botol air mineral ke arah petugas Kepolisian yang berjaga di pintu masuk Gedung DPRD Provinsi Yogyakarta, Kamis (8/10/2020).

Meskipun demikian, massa aksi terus memancing kemarahan petugas kepolisian yang berjaga. Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom

Masyarakat dan pengusaha di sekitar Malioboro serta pemerintah kemudian gotong royong untuk membersihkan kembali kawasan Malioboro.

Usai demonstrasi anarkis itu, para petugas secara bersama dan bergotong royong membersihkan sisa-sisa kerusuhan di jalan Malioboro, Yogyakarta. Foto: Jauh Hari Wawan S

Demo menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung Sate, Kota Bandung kembali ricuh. Aksi saling lempar terjadi di lokasi kejadian.

Di Bandung pun sejak siang kondisinya sudah kembali memanas. Lemparan batu yang dibalas dengan gas air mata pun tak terelakan. Foto: Wisma Putra

Demo menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung Sate, Kota Bandung kembali ricuh. Aksi saling lempar terjadi di lokasi kejadian.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun meyakini 100 % peserta aksi yang anarkis dan merusak fasilitas publik itu bukan dari kaum buruh. Foto: Wisma Putra

Demonstrasi massa yang menolak omnibus law UU Cipta Kerja di kantor DPRD Sumatera Selatan yang sempat ricuh berakhir damai.

Sebuah mobil anggota kepolisian di Polda Sumsel pun tak luput dari amukan massa. Foto: Raja Adil Siregar

Aparat masih berupaya membubarkan massa demo penolak UU Cipta Karya yang ricuh di Harmoni, Jakarta Pusat (Jakpus).

Seperti diketahui, aksi massa ini sudah berlangsung sejak Senin (5/10) saat DPR mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja secara sah menjadi Undang-undang Cipta Kerja yang dinilai banyak merugikan kaum buruh dan pekerja. Hingga Kamis (8/10) malam, demo menolak UU Ciptaker itu masi hterjadi dibeberapa wilayah di Indonesia hingga pecah!. Akankah Pemerintah dan DPR mencabut/menggagalkan Omnibus Law UU Ciptaker itu? Foto: Rifkianto Nugroho

Dua mobil hangus terbakar di tengah jalan di Cikini belum dievakuasi (M Ilman N/detikcom)

Ini adalah gambaran salah satu korban dari aksi anarkis penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Foto: M Ilman N/detikcom

Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law
Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law